Kali ini aku mau bahas politik nih, waah.. agak sensitif nih tema nya 😁
Pasti kalo denger kata "politik" tuh asa gimanaa gitu, bahkan kadang pikiran kita tuh langsung menolak hal-hal berbau politik. Kira" kenapa sih? So, disini ku mau bahas untuk meluruskan pemikiran tentang politik. (Materi ini ku dapat waktu RESES uwa ku, uts. Tate Qomaruddin)
*Latar Belakang*
Setiap warga negara berusia tujuh belas tahun memiliki hak berpartisipasi aktif dalam politik nasional. Aktivitas politik tersebut dicerminkan dalam penggunaan hak pilih. Namun aktivitas politik dalam arti luas bagi warga negara sebenarnya tidak hanya terjadi dalam pemilihan umum saja. Menyampaikan aspirasi, gagasan, melakukan pengawasan, meningkatkan kepedulian warga, pendidikan hak-hak warga pada dasarnya merupakan aktivitas politik secara tidak langsung.
Dalam kenyataannya tidak semua warga negara usia muda mampu memahami aktivitas politik sebagai aktivitas yang membangun pemerintahan. Aktivitas politik sering kali dianggap sebagai aktivitas kotor, membosankan dan hanya dilakukan mereka yang sudah tua. Itulah sebabnya, perlu ada pendekatan baru untuk mendekatkan generasi muda dengan aktivitas politik.
Generasi politisi saat ini juga dihantui oleh gejala de-ideologisasi. Berkembangnya praktik politik tanpa dilandasi nilai-nilai dan hanya berorientasi pada elektabilitas semata. Sehingga siapapun yang terpilih, publik akhirnya akan merasakan “sama saja dengan sebelumnya”. Fenomena politik tanpa nilai ini harus juga diimbangi oleh pendidikan politik bagi generasi muda agar tidak terjebak dengan fenomena serupa.
# # #
Nah, mari kita mulai dengan sebuah pertanyaan.
Ada sebuah pertanyaan seperti ini :
"Apakah benar tidak ada politik dalam agama islam?"
👉 jika ada pertanyaan ini, pertanyaan ini salah ❌
mengapa salah?
Karna ketika sudah ada kata "islam" , islam itu adalah syamil yang artinya sempurna, yang mencakup semua nya. Paket lengkap, bukan paket hemat. Maksudnya gimana? Maka islam itu mengatur semuuuaa aspek kehidupan. Dimulai dari ekonomi, sosial, kekeluargaan, hukum, nikah, akhlaq, termasuk politik. Islam sudah mengatur semuanya,termasuk politik.
Sekarang, coba kita bayangkan islam tanpa politik. Bagaimana cara agar islam bisa jaya? Kalo islam tidak masuk ke dunia politik, maka yang akan memegang kekuasaan dunia ini adalah orang kafir. Lalu apa yang akan terjadi ketika orang kafir yang berkuasa? Islam akan makin tersisihkan.
Maka dari itu, orang-orang kafir disini memasukkan pemikiran-pemikiran yang seperti ini "udahlah kamu mah islam gausah ikut2an politik, fokus ibadah aja sana, gausah ikut campur urusan politik, politik itu kotor. Kamu fokus ibadah aja sana"
kenapa coba ada pemikiran seperti itu? Agar kita, org islam, ga usah ikut campur urusan politik agar mereka menang sendiri, agar mereka bisa berkuasa.
Nah lalu pertanyaan berikutnya :
"Apakah benar politik itu selalu kotor?"
👉 bersih kotornya sebuah aspek kehidupan tergantung orang yang mengelola
Kalo misalnya ada org yg dalam politik nya curang, korupsi,dll apa kah politik menjadi kotor? Ya.
Tetapi apabila ada org yg dalam politiknya jujur, berkhidmat untuk rakyat, mendekatkan diri kepada Allah, dll apa kah politik menjadi kotor? Tidak.
Sama halnya seperti bisnis
Jika ada orang yang bisnis, misalkan dia bisnis makanan,terus makanan yg dia produksi menggunakan makanan tidak layak konsumsi, apakah bisnis itu menjadi kotor? Ya.
Tapi kalo org yg bisnisnya bersih, jujur, apakah bisnis itu menjadi kotor? Tidak.
Maka bersih kotornya sebuah aspek kehidupan tergantung orang yang mengelola.
Maka dari itu, bagaimana caranya supaya politik yg kita jalankan dibungkus dengan islam. Islam harus masuk.
Politik. Dalam bahasa arab politik itu : sasa - Yasusu / siasatan
Siasat (politik) : secara bahasa artinya mengendalikan, mengatur, mengelola.
Secara istilahnya, mengendalikan ,mengatur, mengelola aspek kehidupan agar sesuai dengan tujuan2 islam.
Nah, apasih tujuan islam dalam pengelolaan kehidupan?
Salah satu nya kita kutip dari surat Quraisy
1. Falya'buduu rabbahaadza al bait. (Maka hendaklah mereka menyembah tuhan (pemilik) rumah ini (ka'bah) )
👉 Menyembah Allah ( ibadah)
2. Alladzii ath'amahum min juu' (yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar)
👉 untuk menciptakan kesejahteraan
3. Wa aamanahum min khauf (dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan)
👉 untuk memberikan kenyamanan/keamanan hidup
Maka, untuk mencapai tujuan tersebut kita harus mengambil kekuasaan manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dan ini adalah amal shalih yang paling utama.
Apakah dijaman Rasul tidak ada politik ? Ada.
Rasulullah SAW hidup pada masa kenabiannya selama kurang lebih 23 taun. Justru yang di lakukan rasul selama 23 taun, yang rasul urus selama 23 taun itu salah satunya politik. jika rasul di utus hanya untuk mengajarkan shalat dan ibadah saja maka rasul menjalankan masa kenabiannya ga mesti 23 taun, 6 bulan juga cukup jika islam itu hanya masalah bab shalat.
ada pepatah seorang ulama seperti ini:
Agama & kekuasaan itu kaya kembar. agama pokok penjaganya adalah kekuasaan.
Makanya kita,sebagai umat islam jadikan politik sebagai dakwah kita, bukan hanya masalah kekuasaan, tapi ada masalah kejayaan islam didalamnya.
Salah satu langkah yg bisa kita lakukan sebagai rakyat adalah gunakan hak pilih dengan benar, jangan sampai golput. Golput sama saja dengan membiarkan negara ini dikuasai oleh orang kafir, berarti kita ga peduli dengan kekuasaan islam di negara ini. So, masih mau golput? 😉
Waah.. ternyata udh panjang lebar,pegel juga nih haha.. ku sudahi dulu ya sampe sini, Pembahasan ttg ini mah panjaang tapi yg ku sampaikan intinya aja,semoga bermanfaat dan materi ini membuat pembaca sadar apa pentingnya politik dalam islam.
Wassalamualaikum..