Jumat, 06 Mei 2016

Maafin aku yang dulu



⚠Maafin aku yang dulu⚠

Mungkin sekarang lagi ngetrend pasang foto tentang kita yg dulu dan sekarang, yang udah hijrah ceritanya.
Misalnya ada wanita yang dulu gapake kerudung skrg sudah pake. Terus pasang foto yang dulu dan yang sekarang trus di caption "maafin aku yang dulu" atau misalnya dulu pacaran skrg udah ga pacaran, trus pasang foto waktu pacaran sama yg sekarang.
Hati-hati lah!
Mungkin kita bangga dengan keadaan kita yang sekarang. Bersyukur udah berubah. Namun taukah kawan? Secara tidak langsung kita pun bangga dengan ke-jahiliah-an dulu. mungkin banyak org yang gatau ke-jahiliah-an dulu, cuma karna ikut" tren pasang foto seperti itu jadi banyak yang tau ke-jahiliah-an mu dulu. Secara tak langsung kamu membuka aibmu sendiri. Dan tahukah kawan? Allah tidak akan mengampuni orang yang membuka aibnya sendiri padahal Allah sudah menutupinya.

Mari kita lirik sebuah kisah yang bisa kita ambil hikmahnya..

Pada zaman Khalifah Amirul Mu'minin Umar bin Khattab, ketika umar sedang berjalan-jalan seperti biasa di kota madinah. Datanglah seorang kakek menghampirinya.

Kakek: "assalamualaikum, amirul mu'minin"

Umar: "waalaikumsalam"

Kakek: "aku ingin minta pendapat"

U : "katakanlah"

K : "amirul mu'minin, aku punya anak yang aku telantarkan di masa jahiliyah. Aku membuangnya. Aku menguburnya di dalam tanah. Tapi hatiku tersentuh. Maka aku keluarkan lagi. Kemudian kami masuk islam. Ketika dia besar.... dia dihukum dengan hukum Allah.😢"

U : "hukuman zina?" Tebaknya

K : (mengangguk dengan kesedihan) "ia dicambuk dan tubuhnya penuh luka. Aku tau setelah ia terbaring. kemudian aku mengobatinya sampai sembuh. Apakah ia bisa bertaubat dan melakukan amal shaleh?"

U : "allah akan menghapus keburukannya dengan kebaikan."

K : "sekarang ada yang melamarnya. Apa aku harus beri tahu masa lalunya?"

U : "apa kau ingin membuka aib yang sudah Allah sembunyikan darinya? Demi Allah,kalau kau membuka aibnya, kau akan mendapatkan hukuman!"
...
U : "nikahkan dia dengan perempuan muslimah yang baik-baik"

Kakek itu kaget terharu mendengernya,

K : "aku lega, amirul mu'minin. Semoga Allah memberikan kemudahan kepadamu di dunia dan di akhirat."

Kemudian kakek itu hendak bersujud berterima kasih, namun umar langsung mundur menolak ✋

U: "jangan lakukan itu! Kau akan terhina. penghormatam berlebihan dibenci Allah. Aku hanya seorang muslim biasa. Menjadi seorang hakim lebih berat daripada masalahmu. Semoga Allah memberimu petunjuk.

Umarpun mempersilakan kake itu kembali, lalu kakek itu pun kembali.

Setelah itu umar berdoa,
"Ya Allah, aku menggunakan logika pada permasalahanku. Permasalahan yang tidak aku temukan di dalam Al Quran dan sunah Rasulullah. Aku hanya ingin mencari kebenaran dalam permasalahanku. Berusaha memahami agamaMu. Jika aku benar maka itu karena taufiq-Mu. Jika aku salah maka itu karenaku. Kepada-Mu aku berserah dan bersandar."

Masya Allah! Begitulah kisah yg dapat kita ambil banyak hikmah. Salah satunya,
Jangan pernah membuka aib yang telah Allah tutupi aibnya!
celakalah orang yang membuka aibnya tanpa perasaan berdosa padahal Allah telah menutupinya.
Dan tutupilah aib saudaramu maka Allah akan tutupi aibmu. Siapa sih yg ga pengen di tutup aib nya? Sungguh jika seluruh aib kita, seluruuh aib kita dibukakan oleh Allah maka kita tidak akan pernah sanggup menghadapi dunia ini.
Astaghfirullah.. Na'udzubillah min dzalik..

Yg benar datang dari Allah ,yg salah datang dari saya
Wallahua'lam..
Semoga bermanfaat😉

Rabu, 04 Mei 2016

Sudah seberapa bahagiakah kita?

MENDAPATKAN  SURGA SEBELUM SURGA

7  TANDA KEBAHAGIAAN....
SUDAH BERAPAKAH YANG KITA MILIKI SEKARANG...?

ibnu Abbas mengatakan : Ada 7 tanda2 kebahagiaan hidup didunia:

✅ 1) Qalbun Syakirun..
Hati yg slalu bersyukur, artinya selalu menerima apa adanya (Qana'ah), sehingga tdk ada ambisi yg berlebihan, tdk ada stress, inilah nikmat bagi hati yg selalu bersyukur..

✅ 2) Al-Azwajus Shalihah..
Pasangan hidup yg shaleh/shalihah, pasangan hidup yg shaleh/shalihah akan menciptakan suasana rumah & keluarga yg sakinah..

✅ 3) Al-Auladul Abrar..
Anak yg shaleh/shalihah.. Doa anak shaleh/shalihah kepada org tuanya dijamin dikabulkan ALLAH, berbahagialah org tua yg memiliki anak shaleh/shalehah..

✅ 4) Al-Baitus Shalihah..
Lingkungan yg kondusif utk iman kita..
Rasulullah menganjurkan kita utk selalu bergaul dg orang2 shaleh yg selalu mengajak kpd kebaikan dan mengingatkan bila kita salah..

✅ 5) Al-Maalul Halal..
Harta yg halal.. Bukan banyak harta, tapi harta yg dimiliki..
Harta yg halal akn menjauh kan setan dari hati. Hati menjadi suci, bersih dan kokoh.. Sehingga memberikan ketenangan dlm hidup..

✅ 6). Tafaquh fid-dien..
Semangat utk memahami agama.. Dengan belajar ilmu agama, semakin cinta kpd agama, semakin tinggi cinta kpd Allah & Rasulullah.. Cinta inilah yg akahn memberi cahaya bagi hati..

✅ 7). Umur yg barokah..
Umur makin tua makin sholeh.. Setiap detiknya diisi dgn amal ibadah.. Makin tua makin rindu untuk bertemu dgn sang pencipta.. Inilah semangat hidup org2 yg barokah umur nya..

Semoga Allah memudahkan kita dalam perjuangan besar untuk memiliki 7 indikator kebahagian yang disebut Ibnu Abbas RA diatas..

Aamiin Ya Allah..
Barakalllahu fiikum.. ajma'iin.
Semoga bermanfaat

Engkau! Dalam dirimu masih terdapat jahiliah!





"Injak kepalaku ini hai Bilal! Demi Allah, kumohon injaklah!"

Abu Dzar Al-Ghiffari meletakkan kepalanya di tanah berdebu. Di lumurkannya pasir ke wajahnya dan dia menunggu penuh harap terompah Bilal ibn Rabah segera mendarat di pelipisnya.

"Kumohon Bilal saudaraku," rintihnya, "injaklah wajahku. Demi Allah aku berharap dengannya Allah akan mengampuniku dan menghapus sifat jahiliah dari jiwaku."

Abu Dzar ingin sekali menangis. Isi hatinya bergumul campur aduk. Dia menyesal. Dia sedih. Dia takut. Dia marah pada dirinya sendiri. Dia merasa begitu lemah berhadapan dengan hawa nafsunya. Maka dengan kepala bersaput debu yang disujudkannya dan wajah belepotan pasir yang disurukkan, dia mengerang lagi, "kumohon injaklah kepalaku!"

Sayang, Bilal terus menggeleng dengan mata berkaca-kaca.

Peristiwa itu memang berawal dari kekesalan Abu Dzar pada Bilal. Dia merasa Bilal tak mengerjakan sebuah amanah dengan utuh, bahkan seakan membuat alasan untuk membenarkan dirinya sendiri. Abu Dzar kecewa dan, sayang, dia tak dapat menahan diri. Dari lisannya terlontar kata-kata kasar. Abu Dzar sempat berteriak melengking, "Hai anak budak hitam!"

Rasulullah yang mendengar hardikan Abu Dzar pada bilal itu memerah wajahnya. Dengan bergegas bagai petir menyambar, beliau menghampiri dan menegur Abu Dzar. "Engkau!" Sabdanya dengan telunjuk mengarah ke wajah Abu Dzar, "sungguh dalam dirimu masih terdapat jahiliah!"

Maka Abu Dzar dikejutkan hakikat dan disergao rasa bersalah itu serta-merta bersujud dan memohon Bilal menginjak kepalanya. Berulang-ulang dia memohon. tapi Bilal tetap tegak mematunng. Dia marah,tapi juga haru. "Aku memaafkan Abu Dzar ya Rasulallah," kata Bilal."dan biarlah urusan ini tersimpan di sisi Allah, menjadi kebaikan bagiku kelak."

Hati Abu Dzar rasanya perih mendengar iyu. Alangkah lebih ringan andai semua di tebusnya di dunia. Alangkah tak nyaman menelusuri sisa umur dengan rasa bersalah yang tak terlupakan. Demikianlah Abu Dzar, sahabat Rasulullah SAW yang mulia. Adapun kita, dengan segala kelemahan dan kealpaan dalam menjaga hubungan dengan sesama, mungkin tak hanya satu jari yang harus ditekunjuki ke wajah kita. Lalu sebuah kesadaran menyentak, "Engkau! Dalan dirimu masih terdapat jahiliah!"


- di kutip dri buku Dalam Dekapan Ukhuwah | Salim A. Fillah-



Masya Allah.. Astaghfirullah al-'azhim..


Bara Api !



Orang beragama itu ibaratkan orang yg sedang memegang bara api. Yg apabila semakin erat pegangan semakin sakit, perih, berdarah-darah.
Semakin erat/teguh beragama semakin perih dan sakit persoalan yang kita hadapi.
Kalo kita belum merasakan sakit dan perih dalam Beragama/menjalankan perintah Allah berarti kita belum teguh beragama.

Kita ambil contoh:
• Rasulillah SAW merupakan orang yang mulia, sempurna, taat. sangat teguh dalam beragama. apa yg di hadapi/dapatkan Rasulallah SAW begitu beliau diwahyukan untuk menegakkan/meneguhkan Agama Allah dan beliau pun langsung melaksanakannya?
Hinaan. Caci maki. kebencian dari paman sendiri. kebencian dari kaumnya. Di sebut orang gila. Penyihir. Penyair.
Hanya sedikit sekali yang dapat menerima ar risalah beliau.
Perih? Iya. Sakit? Jelas. faham?

• Bilal ibn Rabbah. Ketika tuannya mengetahui keislaman bilal. Ia di ikat, di tarik ke tengah masyarakat. Ketika ditanya "siapa tuhanmu?" Bilal menjawab, "aku bersaksi tiada Ilah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah"
Kemudian apa yang beliau dapatkan setelah itu? Cambukan. Dari tuannya sendiri. Namun cambukan itu tidak menurunkan keteguhan beliau pada islam. Ia meyakini siksaan yang didapat bukan lah apa-apa dibanding siksaan di Akhirat. sangat teguhnya beliau terhadap islam, namun tuannya tidak sampai di situ. Ia terus mencambuk bilal sambil terus merayu/menanyakan hal yg serupa.
"Katakan saja bilal. Hanya dalam mulutmu. Kami hanya ingin mendengar satu kata untuk menghina Muhammad. maka setelah itu kau dibebaskan dari siksaan ini"
Tidak. Tidak. Ia tetap teguh pada keislamannya
Akhirnya bilal dibawa ke tengah lapang pasir gersang dimana budak budak islam lainnya di siksa, dicambuk. Dan bilal pun di tindih dengan batu. kemudian tuannya berkata
"Bagaimana bilal? Siapa tuhanmu?!"
Jawab bilal, "ahadun ahad.. ahadun ahad"
Terus begitu hingga datanglah Abu Bakar memerdekakan Bilal.
Apa yg dirasakan bilal saat di ketahui oleh tuannya atas keislamannya?
Siksaan? Iya.Sakit? Pasti. Faham?

• Abdullah ibn Suhail dan Abu Jandal Yang di kurung, di rantai kaki nya oleh ayahnya, Suhail ibn Amr (sebelum masuk islam)
Ketika para kaum muslimin yang lain ikut berhijrah ke Yastrib bersama Rasulullah.. Abdullah dan Abu Jandal di kurung. Oleh Ayahnya sendiri. Kakinya di rantai satu sama lain. Ketika di minta kembali ke agama ayahnya (jahiliyah) mereka berdua lebih memilih di rantai kakinya daripada kembali ke masa jahiliyah.
Laa haula wa laa kuwwata illaa billah.. hanya itu yg bisa mereka ucapkan sampai Allah membuka jalan untuk mereka
Sedih? Iya. Perih? Iya. Faham?

Dan yang terjadi saat ini. Pembantaian terhadap Palestine, Mesir, Suriah, Turki, dan negara lainnya. Mereka semua telah menjalani masa yang sulit, sedih tak terkira, kehilangan harta benda bahkan keluarga. namun mereka tetap meneriakkan Asma Allah. Berteguh.
Inilah mereka. Mungkin iya harta mereka hangus, keluarga mereka berpisah entah berantah. Mungkin iya rumah mereka hancur. Jasad mereka hancur. Tapi ada satu yang ga pernah hancur dari mereka. Yang ga pernah hilang. KEIMANAN.

Begitulah beberapa kisah bagaimana orang yang berpegang teguh sekali pada Agama Allah.
Kalo kembali ke kita, sudahkah kita merasakan perihnya ujian seperti hal nya yang sudah di rasakan Rasulullah SAW, dan para sahabatnya dan para muslimin lainnya?
Mungkin disana mereka mendapat pertempuran fisik,sehingga menimbulkan kehilangan banyak jasad. Tapi disini. Kita. Ga ada pertempuran jasad (mungkin belum) namun menimbulkam banyaknya kehilangan Keimanan kita. Astaghfirullah..
Laa hawlaa wa laa kuwwata illaa billah..

Dari Abu Hurairah R.A ia berkata: telah bersabda Rasulullah SAW "akan datang kepada manusia satu zaman orang yang bersabar dalam berpegang dengan agamanya (ajaran islam yang bersih dari syirik, bid'ah dan penyimpangan lainnya) seperti orang yang sedang menggenggam bara" (HR. Tirmidzi, shahih)


Minggu, 01 Mei 2016

Tujuan Menghafal

Assalamualaikum..
Pastii menjadi impian semua muslim muslimah untuk menjadi hafizh/hafizhah.. siapa sih yg ga pengen? :)
Nah kalo pengen khatam kita harus menghafal
Dan tau ga tujuan kita menghafal tuh apa? Apa sekedar untuk jadi hafizh/hafizhah? Tidak :) lebiih dari itu.
Ini dia Pelajaran yg dapat diambil dari taujih ust. Agus Subagyo waktu mabit sahal .



1.TUJUAN UTAMA ORANG MENGHAFAL AL-QUR'AN?
- Supaya Al-Qur'an bisa bersemayam di dalam hati
- Banyak bersama Al-Qur'an, ketika kita sudah banyak bersama Al-Qur'an,maka bersama yang lainnya lebih sedikit

2. Kenapa ada orang yang hafal Al-Qur'an tetapi kelakuannya tidak/belum mencerminkan?

➡ Berarti Al-Qur'an belum sampai pada HATI nya

3. Mengapa sifat Al-Qur'an itu mudah lepas?

Karena Allah menginginkan hamba-hamba nya banyak bersama Al-Qur'an

4. Di hadapan Al-Qur'an manusia dibagi 3 kelompok

"Kemudian kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami,lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan, dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar" (Qs. Fatir: 32)

5. Modal menghafal Al-Qur'an bukan kecerdasan tetapi amal Shaleh

6. Tilawah merupakan alat ukur seseorang berapa banyak ia  bersama Al-Qur'an


Menghafal. Bukan sekedar untuk khatam, tetapi untuk SETIA BERSAMA AL-QUR'AN

Semoga kita semua menjadi orang yang ahli Qur'an yang berarti orang yang senantiasa istiqamah dengan al-Qur'annya. bukan cuma orang yg hafizh atau punya banyak hafalan. Tapi orang yang istiqamah dengan Al-Qur'annya :)