⚠Maafin aku yang dulu⚠
Mungkin sekarang lagi ngetrend pasang foto tentang kita yg dulu dan sekarang, yang udah hijrah ceritanya.
Misalnya ada wanita yang dulu gapake kerudung skrg sudah pake. Terus pasang foto yang dulu dan yang sekarang trus di caption "maafin aku yang dulu" atau misalnya dulu pacaran skrg udah ga pacaran, trus pasang foto waktu pacaran sama yg sekarang.
Hati-hati lah!
Mungkin kita bangga dengan keadaan kita yang sekarang. Bersyukur udah berubah. Namun taukah kawan? Secara tidak langsung kita pun bangga dengan ke-jahiliah-an dulu. mungkin banyak org yang gatau ke-jahiliah-an dulu, cuma karna ikut" tren pasang foto seperti itu jadi banyak yang tau ke-jahiliah-an mu dulu. Secara tak langsung kamu membuka aibmu sendiri. Dan tahukah kawan? Allah tidak akan mengampuni orang yang membuka aibnya sendiri padahal Allah sudah menutupinya.
Mari kita lirik sebuah kisah yang bisa kita ambil hikmahnya..
Pada zaman Khalifah Amirul Mu'minin Umar bin Khattab, ketika umar sedang berjalan-jalan seperti biasa di kota madinah. Datanglah seorang kakek menghampirinya.
Kakek: "assalamualaikum, amirul mu'minin"
Umar: "waalaikumsalam"
Kakek: "aku ingin minta pendapat"
U : "katakanlah"
K : "amirul mu'minin, aku punya anak yang aku telantarkan di masa jahiliyah. Aku membuangnya. Aku menguburnya di dalam tanah. Tapi hatiku tersentuh. Maka aku keluarkan lagi. Kemudian kami masuk islam. Ketika dia besar.... dia dihukum dengan hukum Allah.😢"
U : "hukuman zina?" Tebaknya
K : (mengangguk dengan kesedihan) "ia dicambuk dan tubuhnya penuh luka. Aku tau setelah ia terbaring. kemudian aku mengobatinya sampai sembuh. Apakah ia bisa bertaubat dan melakukan amal shaleh?"
U : "allah akan menghapus keburukannya dengan kebaikan."
K : "sekarang ada yang melamarnya. Apa aku harus beri tahu masa lalunya?"
U : "apa kau ingin membuka aib yang sudah Allah sembunyikan darinya? Demi Allah,kalau kau membuka aibnya, kau akan mendapatkan hukuman!"
...
U : "nikahkan dia dengan perempuan muslimah yang baik-baik"
Kakek itu kaget terharu mendengernya,
K : "aku lega, amirul mu'minin. Semoga Allah memberikan kemudahan kepadamu di dunia dan di akhirat."
Kemudian kakek itu hendak bersujud berterima kasih, namun umar langsung mundur menolak ✋
U: "jangan lakukan itu! Kau akan terhina. penghormatam berlebihan dibenci Allah. Aku hanya seorang muslim biasa. Menjadi seorang hakim lebih berat daripada masalahmu. Semoga Allah memberimu petunjuk.
Umarpun mempersilakan kake itu kembali, lalu kakek itu pun kembali.
Setelah itu umar berdoa,
"Ya Allah, aku menggunakan logika pada permasalahanku. Permasalahan yang tidak aku temukan di dalam Al Quran dan sunah Rasulullah. Aku hanya ingin mencari kebenaran dalam permasalahanku. Berusaha memahami agamaMu. Jika aku benar maka itu karena taufiq-Mu. Jika aku salah maka itu karenaku. Kepada-Mu aku berserah dan bersandar."
Masya Allah! Begitulah kisah yg dapat kita ambil banyak hikmah. Salah satunya,
Jangan pernah membuka aib yang telah Allah tutupi aibnya!
celakalah orang yang membuka aibnya tanpa perasaan berdosa padahal Allah telah menutupinya.
Dan tutupilah aib saudaramu maka Allah akan tutupi aibmu. Siapa sih yg ga pengen di tutup aib nya? Sungguh jika seluruh aib kita, seluruuh aib kita dibukakan oleh Allah maka kita tidak akan pernah sanggup menghadapi dunia ini.
Astaghfirullah.. Na'udzubillah min dzalik..
Yg benar datang dari Allah ,yg salah datang dari saya
Wallahua'lam..
Semoga bermanfaat😉

Tidak ada komentar:
Posting Komentar