Jumat, 26 Agustus 2016

tata cara khitbah

Tadi kan sudah dibahas pra-khitbah nya. Nah skrg tata cara Khitbahnya.

Sebelumnya, perlu ditekankan, khitbah itu merupakan PROSES PENGANTAR menuju pernikahan. Jadi ini masih pengantar nya saja, belum 100% halal. Bahkan tak ada jaminan 1% pun halal. Karena ini merupakan pengantar menuju pernikahan saja.
Jadi kalopun wanita sudah di khitbah itu jangan menganggap sudah pasti halal, jangan memberi label kalo kalian sudah halal. O tidak bisaa.. Bukan seperti itu aturannya.

Nah, apa saja yang boleh dilakukan saat khitbah?

1. Melihat langsung calon (Nazhar)

Dalam riwayat Imam Abu Dawud, Jabir ibn 'Abdillah mendengar Rasulullah SAW bersabda, "jika salah seorang dari kalian hendak meminang seorang perempuan, jika mampu hendaklah ia melihatnya terlebih dahulu untuk menemukan daya tarik yang membawanya menuju pernikahan."

Kalopun tidak melihat langsung, boleh melalui keluarga atau kerabatnya. Menanyakan si fulan tuh org nya gimana.
Jika ada riwayat penyakit ceritakan, kalo misalkam ada bekas" luka atau cacat boleh di ceritakan  batasnya adalah dri leher ke atas dan lengan

2. Permasalahan Mahar
- mudahkan maharnya
Sebaik baik wanita adalah yang mudah maharnya. Mudahnya mahar pertanda keshalihan seorang wanita.
- dalam bentuk benda
Usahakan mahar beruoa bentuk benda sekecil apapun, meskpiun ia sebuah cincin besi. (Seperti kisah di zaman rasul, ada seorang sahabat yg ga punya benda berharga/mewah untuk dimaharkan,sama rasul disuruh berikan cincin logam)

Boleh memberikan mahar tidak dalam bentuk benda tapi usahakan ada dalam bentuk bendanya meskipun itu alat shalat, qur'an. Namun jika qur'an dijadikan mahar agak berat sebenarnya. Karna qur'an itu menjadi tanggung jawab suami utk di amalkan, di baca, dll. Tanggung jawab qur'an ada pada suaminya.

3. Penentuan tanggal, lokasi, dsb

4. Sekufu (dalam artian kalo bisa se-status sosial, jarak umurnya jgn terlalu jauh. terutama agamanya, se-aqidah, dll)



Naah.. Segitu dulu yaa, nanti di lanjut lain waktu lagi, semoga bermanfaat. Jangan baper, jodoh udah di tangan ko.... Di tangan Allah 😂😊

Pra-Khitbah (2)

Udah baca kisah sebelum nya kan? Gimana menurut sahabat ? Masya Allah ya..
Ya, jadi itu ttg indikator menikah, kriteria calon yg hendaknya kita pilih.
Jadi itu semua langkah sebelum menuju khitbah nya, kan kita nyari calon dulu nih.. Nah nyari calonnya tuh yg kaya gimana sih baiknya? (Jawabannya di materi pertama)

Nah, skrg misalnya kita udah punya calon atau sasaran yang kira" ingin kita nikahkan. Maka langkah selanjutnya adalah....

Persiapan membangun Rumah Tangga, Pra-Khitbah

Adapun rumah tangga merupakan benteng pertama. Dimana jika benteng itu kokoh, kuat, maka diapun akan melahirkan generasi yang kokoh imanya,

Ketika kita sudah mampu menikah , maka segeralah menikah. Jikapun belum mampu،, maka berpuasalah karena itu sebagai perisai dirimu.

Cara/ langkah-langkah Pra-Khitbah :

1. Meminta kepada pihak wanita

Seperti yang di alami Aisyah r.a (melamar lwt abu bakar) dan Hafshah (melamar lwt umar ibn al khattab) ketika dilamar oleh Rasulullah SAW

2. Berbicara langsung kepada wanita dewasa

Jadi disini boleh berbicara langsung kepada wanita dewasa. Wanita dewasa yg di maksud disini adalah dewasa yang sudah menikah.

Seperti Rasulullah ketika melamar Ummu Salamah

3. Ayah seorang gadis menawarkan kepada seseorang yang baik akhlaqnya & agamanya

Jd misalkan kalian para gadis atau ayah gadis punya kenalan atau tau seseorang yg baik akhlaqnya & agamanya, itu boleh menawarkan gadis itu kepada seseorang yang baik itu.

Seperti kisah Hafshah binti Umar ibn al khattab; suatu ketika umar menawarkan Hafshah kepada Utsman. Namun jawaban Utsman "aku belum mau menikah lagi" kemudian Umar pergi menawarkan kepada Abu bakr, namun Abu Bakr tidak menjawab apa-apa. Hanya terdiam sampai beberapa hari. Nah, pada saat diamnya Abu Bakr itu, Rasulullah SAW datang menghampiri Umar utk melamar Hafshah. Jadi diamnya Abu bakr itu karena beliau tau Rasulullah pernah berucap ttg keinginan melamar Hafshah, jdi Abu bakr diam saja, tidak ingin berbicara duluan sebelum Rasulullah yg berbicara lgsg.

4. Seorang laki2 ingin melamar seorang wanita melalui tokoh/ustadz

Misalnya kamu (utk para ikhwan") minta tolong ke ulama / ustadz utk minta dicarikan calon. Atau minta di dekatkan/di datangkan kepada si doi utk melamar.
"Stadz, tolong saya, saya ingin melamar si fulan. Bantu saya dalam prosesnya, ustadz." Ini boleh.

Kemudian, boleh kah seorang perempuan menawarkan diri? Boleh.
Seperti hal nya saat zaman Rasul oleh Khadijah dan Zainab


Itulah kurang lebih 4 serangkai yg bisa dilakukan ketika akan mengkhitbah sesuai dengan peristiwa yang terjadi pada zaman Rasulullah dan sahabatnya. silakan mau dengan cara yg mana 😀😜

(Bersambung ke materi selanjutnya)



Pra-Khitbah

Assalamualaikum sahabat fillah yang saya cintai, kali ini aku mau share ilmu ttg khitbah 😀
Materi ini ku dapet saat liqo, *waduh materinya udh ttg ginian aja* tapi emang ini tuh penting banget apalagi untuk kita yang lagi umurnya *tebak umurku berapa hayo?*
Ini penting bgt supaya ntar ketika kita akan menikah tidak akan salah menjalani prosesnya, tidak menyalahgunakan istilah dalam islam, dsb. So, mari kita simak..

Sebelumnya, kita bahas indikator menikah..
Hendaklah seorang pria menikahi wanita karena ; kecantikannya, kekayaannya, keturunannya, dan agamanya. Dan hendaklah ia utama memilih karena agamanya.

"Wanita dinikahi karena 4 perkara: karena hartanya, martabatnya, kecantikannya, dan karena agamanya. Maka hendaklah engkau mendapatkan wanita yang baik agamanya, niscaya engkau beruntung" (HR. Al-bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah)

Mari kita lirik sebentar kisah yang menarik. (Dikutip dri buku salim A fillah )
Inilah setutur tentang budak, di zaman ketika para pekerja mau mencerdaskan diri dan para majikan sudi mendengar suara mereka. Dia Mubarak. Namanya nan berarti penuh berkah mengalir jadi doa utk kebun anggur yg dia jaga. Panen berlimpah sejak bulan pertama tugasnya.

Maka dia bulan ketiga, si majikan meninjau kebun itu. "Mubarak!" panggil sang tuan. "Ambilkan untukku setangkai anggur terbaik!"

Bergegas mubarak memilih di antara sulur2 anggur; dipetiknya setangkai yg buahnya tampak paling kokoh,liat, dan mengkilat. Diserahkannya anggur pilihannya itu pada sang majikan. Mengernyit sejenak, si tuan mencicipi sebutir. Dan benar! Masam!

"Mubarak!"bentaknya. "Apa ini?anggurnya masam sekali! Apakau sengaja membuatku marah pagi2? Cari lagi! Pilih yg betul!"

Bergegas mubarak ke sesuluran. Kalau yg tadi keliru, berarti cari sifat sebaliknya: dipilihnya yg lembek,berair, dan kusam. Begitu diserahkan, murkalah sang majikan. "Dungu! Yg tdi masam, skrg busuk! Tak tahukah kau mana anggur bagus?"

"Tidak,tuan!" jawab mubarak polos. "Celaka! Tiga bulan kau jaga kebun ini dan kau tak tau mana anggur yg bagus? Apa kerjamu?"

"Maaf tuan, saya tak tahu, sebab tugas yg tuan embankan adalah menjaga kebun, bukan mencicipi nya."

Ganti sang majikan terperangah. Dia tak meyangka Mubarak akan menjawab demikian. Alangkah jujur, amanah dan wara'nya.

Sejak itu, hubungan mereka jdi demikian dekat. Penuh kepercayaan, sang majikan memberi tugas2 yg kian berat pada Mubarak. Pun dalam hal2 pribadi; sang majikan mulai banyak meminta masukan dan pertimbangan Mubarak. Satu hari, dia dipusingkan putrinya.

Banyak sekali yg berminat menyunting si semata wayang, pilihan2 sungguh tak mudah, sulit sekali menjawab lamaran. "Dengan siapa sebaiknya kunikahkan putriku satu2nya itu, hai Mubarak? Bantu aku! Berikan pertimbanganmu!"

Mubarak berkata santun, "tuan, kudapati kaum yg menikahkan putrinya dengan pertimbangan nasab semata adalah musyrikin Quraisy. Dan kudapati, menikahkan anak perempuan dengan pertimbangan paras dan rupa di zaman ini, dilakukan sebagian orang2 nasrani. Kudapati pula, yg sering menikahkan putri mereka dengan pertimbangan kekayaan ialah sebagian Ahli Kitab dri kalangan Yahudi. Maka bagimu yg adalah seorang mukmin; yg harus kaupertimbangkan soal calon menantu hanyalah agamanya, imannya, akhlaqnya!"

"Kalau begitu," senyum si tuan, "aku tak punya pilihan lain. Bersiaplah, hai Mubarak, hari ini kunikahkan engkau dengan putriku!"

Dari pernikahan Mubarak dan putri majikannya, kelak lahirlah 'Abdullah ibn Al-Mubarak; tabi'in terkemuka, 'alim yg zahid dan mujahid. Pernikahan mereka adalah pemicu hadirnya lapis-lapis keberkahan yg memenuhi bumi dengan bersusun susun rasa surga.



                         *          *         *