Ah.. Lagi2 berbicara soal cinta
Apasih cinta itu?
Definisi cinta itu banyaak sekali
Namun,pada umumnya
Cinta adalah anugerah
Cinta adalah fitrah
"Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang di inginkannya, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang....." (Qs. Ali imran : 14)
Allah sudah memberi tau kepada kita, bahwa akan terasa indah cinta terhadap apa yg inginkannya. Cinta. Ini sudah Allah berikan kepada kita, sudah menjadi sifat yang Allah berikan kepada kita. Ini fitrah.
Nah, mari lanjutkan arti ayat yang di atas
" ...itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik" (Qs. Ali imran: 14)
Nah, cintaa ini.. (Cinta terhadap wanita, anak, harta benda) ga ada apa apanya di banding dengan apa yang ada di sisi Allah. Maka, jangan pernah takut kehilangan apa yang kita cinta. Jangan takut dengan harta kita yang hilang, karna apa yang ada di sisi Allah jauh lebih baik dari harta itu. Jangan takut kehilangan seseorang yang kita cinta, karna apa yang ada di sisi Allah jauh lebih baik, jika kamu mengetahui.
Kemudian, boleeh ga sih dalam islam jatuh cinta sebelum menikah?
? ?
Kalo pacaran boleh ga dalam islam?
👉 tidak boleh.
Kalo jatuh cinta sebelum menikah boleh ga?.
.
.
.
.
.
.
.
Boleh,
Karna itu tadi. Itu adalah fitrah. Namun, jangan sampai terlalu dalam menyikapinya. Udah aja, sebatas itu saja. Sebatas kagum misalnya. Sisanya serahin kepada Allah, jangan sampai kita jdi sibuk ga jelas karna di landa cinta, membuang waktu percuma. Tapi ini adalah sebuah kenormalan. Jika anda pernah merasa jatuh cinta, berarti anda normal.
Karna kita memang perlu melalui masa masa puber kita. Jika kita mengalaminya sebelum menikah, hal ini akan jadi bekal untuk kelak ketika berumah tangga,jiwa / mental nya sudah siap, sudah lebih dewasa ketika nanti berumah tangga.
Beda dengan, orang yang belum pernah jatuh cinta sebelum menikah, kemudian saat menikah dia baru mengalami puber. Mending klo suka nya ke suami nya sendiri, gimana kalo ternyata yg dia suka orang lain? Kan bahaya. Mental ke puberannya meledak, gatau apa yg harus dilakukan. Bisa jadi salah langkah.
Makanya kenapa cinta itu fitrah, karena memang sudah Allah berikan, sudah Allah perhitungkan, sudah Allah pas kan.
Tinggal, bagaimana menyikapi nya sesuai dengan yang di syariatkan.
Jika anda tengah jatuh cinta, dan di rasa org yg anda kagumi pun sama. Udah mending nikah aja. Akan lebih aman, nyaman dan tentram dan bahagia.
Itu solusi terbaik bagi 2 makhluk yang jatuh cinta. Harus berani ambil solusi. Yakinlah, jika diniatkan utk menjaga, dan karena Allah, Allah akan beri kemudahan dalam prosesnya. Gausah takut. :)
Kalo belum bisa, yaudah tinggalkan dalam artian sibukkan diri dengan hal yang positif, mendekatkan diri kepada Allah.
Setidaknya begitulah yang sampaikan murabbiyah ku perihal jatuh cinta.
( 21 maret 2017)
Dan ini, aku mau share beberapa tulisan yang terkait dengan ini hihi.. Yg kudapat dari medsos medsos. Awas baper !
BAIT-BAIT DARIKU UNTUKMU CALON IMAMKU
Teruntuk engkau yang menjadi penantian terbesar dalam hidupku..
Teruntuk engkau yang selalu menjadi isi dalam do'aku..
Teruntuk engkau yang menjadi alasan kuatku meneguhkan kesabaran..
Teruntuk engkau yang kunanti penuh harap dan kecemasan..
Teruntuk engkau yang kuinginkan membawaku mengarungi jalan JannahNya..
Teruntuk engkau yang kuharapkan berdiri didepanku disetiap shalatku..
Teruntuk engkau yang kelak mengalunkan adzan di daun telinga anak-anakku..
Teruntuk engkau yang nanti dimasa depan menjadi tokoh hebat yang dibanggakan anak-anakku..
Ingatlah..
Satu hal yang tak akan pernah sirna dalam kehidupan kita..
Satu hal yang akan selalu menjadi pegangan kita..
Satu hal, yang jika engkau lupakan itu, engkau lepaskan itu,maka sirnalah semua cintaku kepadamu..
Yaitu Agama kita.. Allah.. Rabb kita..
Aku tak akan pernah peduli pada rupamu..
Aku tak akan menghiraukan sebanyak apa hartamu..
Aku tak akan bangga setinggi apapun jabatanmu..
Jika Agamamu tak kau jaga..
Jika Agamamu tak kau pegang..
Jika Agamamu tak kau pelihara..
Jika Agamamu tak menjadi utama bagimu..
Karena..
Aku mencintaimu karena Agamamu.. Engkau menjadi pilihanku, karena Agamamu..
(untukmu calon imamku http://bit.ly/1LuPrQ0
official video http://bit.ly/1g6Vf3Y )
Semoga para pembaca yang belum genap segera di genapkan! :D termasuk penulis 😂
Amiin.
Senin, 20 Maret 2017
Kemanakah pemuda itu?
Aku akan sedikit bercerita tentang kejadian yang aku alami kemarin.
Kemarin, aku bersama umi ku pergi ke Tasik. Kami dapat kabar bahwa abah (kakek) jatuh sakit, dan sempet pingsan juga.
Tadinya kami sekeluarga mau berangkat bersama, tapi karena kondisi adik2 ku yang sedang menghadapi banyak ujian sekolah akhirnya yang berangkat Aku dan Umiku. Abi bagian di rumah jaga adik2. Abi memanggil supir untuk mengantar kami berdua. Singkat cerita, kami pun berangkat.
Sesampainya disana, alhamdulillah kondisi abah sudah membaik dari sebelumnya. Kemudian kita duduk2 sambil mendengar cerita kejadian abah.
Jadi, abah itu habis mengikuti acara tabligh akbar yang di ikuti juga oleh 1000 umat (*klo ga salah) dimana disana juga terdapat tokoh2 islam seperti ustadz Bachtiar Nashir, dll
Abah itu, subuh2 sekali sudah siap katanya. Udah pake jas rapi, siap berangkat tabligh akbar. Ketika disana, abah bersama pemuda pemuda lainnya sangat antusias mendengarkan orasi dari para tokoh islam tersebut. Jiwa abah sangat menggelora, terbawa suasana anak muda disana yang semangat juga. Mungkin disini abah lupa, bahwa fisik abah tidaklah sekuat dulu, fisik abah udah tidak seperti anak2 muda lainnya. Namun, semangatnya sangat luar biasa menggelora. Sangat semangat sekali kata emak (nenek) . Mungkin saking semangatnya, dan lupa akan kondisi fisiknya setelah pulang dari acara tersebut sempat pingsan, trus sempet ga nyambung klo di ajak ngobrol. Akhirnya saat malamnya, abah di bawa ke rs utk di cek. Setelah di cek semua nya normal, hanya tensi nya saja yg tinggi. Gula darah normal, asam urat normal, yang tinggi hanya tensi nya saja. Mungkin, abah kecapekan / kurang minum (dehidrasi)
Disamping kita mendengarkan cerita, di sebelah sana, di ruang tamu ada abah yang sedang ngobrol sama supir. Mereka asik sekali mengobrol.
Kita yang sedang d ruang tengah pun sesekali mendengar abah yg sedang berbicara. Abah berbicara ttg polit*k, tentang kondisi umat islam, dan sangat nyambung ngobrolnya dengan supir. Karena supir nya tuh temen abi yg mengerti ttg hal2 yg seperti itu. Nyambung lah mereka.
Begitu kita tiba disana, sekitar jam set 3an sampai kita pulang (ba'da maghrib) abah dan supir tak hentinya saling bercerita.
Dari situ aku merasa kagum dengan abah, abah yang usianya hampir 80 thn tapi jiwanya masih sangat muda, masih semangat luar biasa. Kadang aku jadi berpikir, aku belum menemukan anak muda yang semangatnya seperti itu. Sering sih sering mendengar kisah anak muda yang semangat dakwahnya luar biasa. Tapi belum pernah aku menemukan dengan mata kepalaku sendiri, yang sering aku temukan ya yang udah berumur. Yang emg dia tokoh islam. Dan rata2 mereka semua itu yang udah bapa2, yang udh bukan umurnya di zaman sekarang dan yg akan datang. Karna saat ini dan kelak, harusnya kita (anak muda) lah yang membangun jiwa2 dakwah seperti mereka. Siapa yang akan meneruskan perjuangan mereka?
Kemanakah pemuda itu?
Pemuda yang selalu menjaga shalatnya
Pemuda yang selalu menjaga akhlaqnya
Pemuda yang selalu santun kepada sesamanya
Pemuda yang memikirkan masa depan ad-diin nya
Kebanyakan pemuda skrg mah....
Sepertinya tidak usah disebutkan karna anda pasti tau
Aah.. Begitulah yang kupikirkan
Dan aku terbesit oleh sebuah pepatah
"Kenapa harus sibuk mencari, kenapa tidak sibuk menjadi?"
Ah.. Lagi2 ini menampar diri. Terkadang yg kita inginkan hanya mencari tapi lupa untuk menjadi.
Jadi semoga ini semua menjadi tadzkirah kita semua, menjadi renungan, dan menjadi motivasi untuk menjadi pribadi sebaik baik pribadi muslim.
Jazakumullah khairan katsiiran, salam ukhuwah :)
Tasikmalaya-Bandung,
21 maret 2017
Kemarin, aku bersama umi ku pergi ke Tasik. Kami dapat kabar bahwa abah (kakek) jatuh sakit, dan sempet pingsan juga.
Tadinya kami sekeluarga mau berangkat bersama, tapi karena kondisi adik2 ku yang sedang menghadapi banyak ujian sekolah akhirnya yang berangkat Aku dan Umiku. Abi bagian di rumah jaga adik2. Abi memanggil supir untuk mengantar kami berdua. Singkat cerita, kami pun berangkat.
Sesampainya disana, alhamdulillah kondisi abah sudah membaik dari sebelumnya. Kemudian kita duduk2 sambil mendengar cerita kejadian abah.
Jadi, abah itu habis mengikuti acara tabligh akbar yang di ikuti juga oleh 1000 umat (*klo ga salah) dimana disana juga terdapat tokoh2 islam seperti ustadz Bachtiar Nashir, dll
Abah itu, subuh2 sekali sudah siap katanya. Udah pake jas rapi, siap berangkat tabligh akbar. Ketika disana, abah bersama pemuda pemuda lainnya sangat antusias mendengarkan orasi dari para tokoh islam tersebut. Jiwa abah sangat menggelora, terbawa suasana anak muda disana yang semangat juga. Mungkin disini abah lupa, bahwa fisik abah tidaklah sekuat dulu, fisik abah udah tidak seperti anak2 muda lainnya. Namun, semangatnya sangat luar biasa menggelora. Sangat semangat sekali kata emak (nenek) . Mungkin saking semangatnya, dan lupa akan kondisi fisiknya setelah pulang dari acara tersebut sempat pingsan, trus sempet ga nyambung klo di ajak ngobrol. Akhirnya saat malamnya, abah di bawa ke rs utk di cek. Setelah di cek semua nya normal, hanya tensi nya saja yg tinggi. Gula darah normal, asam urat normal, yang tinggi hanya tensi nya saja. Mungkin, abah kecapekan / kurang minum (dehidrasi)
Disamping kita mendengarkan cerita, di sebelah sana, di ruang tamu ada abah yang sedang ngobrol sama supir. Mereka asik sekali mengobrol.
Kita yang sedang d ruang tengah pun sesekali mendengar abah yg sedang berbicara. Abah berbicara ttg polit*k, tentang kondisi umat islam, dan sangat nyambung ngobrolnya dengan supir. Karena supir nya tuh temen abi yg mengerti ttg hal2 yg seperti itu. Nyambung lah mereka.
Begitu kita tiba disana, sekitar jam set 3an sampai kita pulang (ba'da maghrib) abah dan supir tak hentinya saling bercerita.
Dari situ aku merasa kagum dengan abah, abah yang usianya hampir 80 thn tapi jiwanya masih sangat muda, masih semangat luar biasa. Kadang aku jadi berpikir, aku belum menemukan anak muda yang semangatnya seperti itu. Sering sih sering mendengar kisah anak muda yang semangat dakwahnya luar biasa. Tapi belum pernah aku menemukan dengan mata kepalaku sendiri, yang sering aku temukan ya yang udah berumur. Yang emg dia tokoh islam. Dan rata2 mereka semua itu yang udah bapa2, yang udh bukan umurnya di zaman sekarang dan yg akan datang. Karna saat ini dan kelak, harusnya kita (anak muda) lah yang membangun jiwa2 dakwah seperti mereka. Siapa yang akan meneruskan perjuangan mereka?
Kemanakah pemuda itu?
Pemuda yang selalu menjaga shalatnya
Pemuda yang selalu menjaga akhlaqnya
Pemuda yang selalu santun kepada sesamanya
Pemuda yang memikirkan masa depan ad-diin nya
Kebanyakan pemuda skrg mah....
Sepertinya tidak usah disebutkan karna anda pasti tau
Aah.. Begitulah yang kupikirkan
Dan aku terbesit oleh sebuah pepatah
"Kenapa harus sibuk mencari, kenapa tidak sibuk menjadi?"
Ah.. Lagi2 ini menampar diri. Terkadang yg kita inginkan hanya mencari tapi lupa untuk menjadi.
Jadi semoga ini semua menjadi tadzkirah kita semua, menjadi renungan, dan menjadi motivasi untuk menjadi pribadi sebaik baik pribadi muslim.
Jazakumullah khairan katsiiran, salam ukhuwah :)
Tasikmalaya-Bandung,
21 maret 2017
Langganan:
Komentar (Atom)
