Senin, 20 Maret 2017

Kemanakah pemuda itu?

Aku akan sedikit bercerita tentang kejadian yang aku alami kemarin.

Kemarin, aku bersama umi ku pergi ke Tasik. Kami dapat kabar bahwa abah (kakek) jatuh sakit, dan sempet pingsan juga.
Tadinya kami sekeluarga mau berangkat bersama, tapi karena kondisi adik2 ku yang sedang menghadapi banyak ujian sekolah akhirnya yang berangkat Aku dan Umiku. Abi bagian di rumah jaga adik2. Abi memanggil supir untuk mengantar kami berdua. Singkat cerita, kami pun berangkat.
Sesampainya disana, alhamdulillah kondisi abah sudah membaik dari sebelumnya. Kemudian kita duduk2 sambil mendengar cerita kejadian abah.
Jadi, abah itu habis mengikuti acara tabligh akbar yang di ikuti juga oleh 1000 umat (*klo ga salah) dimana disana juga terdapat tokoh2 islam seperti ustadz Bachtiar Nashir, dll
Abah itu, subuh2 sekali sudah siap katanya. Udah pake jas rapi, siap berangkat tabligh akbar. Ketika disana, abah bersama pemuda pemuda lainnya sangat antusias mendengarkan orasi dari para tokoh islam tersebut. Jiwa abah sangat menggelora, terbawa suasana anak muda disana yang semangat juga. Mungkin disini abah lupa, bahwa fisik abah tidaklah sekuat dulu, fisik abah udah tidak seperti anak2 muda lainnya. Namun, semangatnya sangat luar biasa menggelora. Sangat semangat sekali kata emak (nenek) . Mungkin saking semangatnya, dan lupa akan kondisi fisiknya setelah pulang dari acara tersebut sempat pingsan, trus sempet ga nyambung klo di ajak ngobrol. Akhirnya saat malamnya, abah di bawa ke rs utk di cek. Setelah di cek semua nya normal, hanya tensi nya saja yg tinggi. Gula darah normal, asam urat normal, yang tinggi hanya tensi nya saja. Mungkin, abah kecapekan / kurang minum (dehidrasi)

Disamping kita mendengarkan cerita, di sebelah sana, di ruang tamu ada abah yang sedang ngobrol sama supir. Mereka asik sekali mengobrol.
Kita yang sedang d ruang tengah pun sesekali mendengar abah yg sedang berbicara. Abah berbicara ttg polit*k, tentang kondisi umat islam, dan sangat nyambung ngobrolnya dengan supir. Karena supir nya tuh temen abi yg mengerti ttg hal2 yg seperti itu. Nyambung lah mereka.
Begitu kita tiba disana, sekitar jam set 3an sampai kita pulang (ba'da maghrib) abah dan supir tak hentinya saling bercerita.

Dari situ aku merasa kagum dengan abah, abah yang usianya hampir 80 thn tapi jiwanya masih sangat muda, masih semangat luar biasa. Kadang aku jadi berpikir, aku belum menemukan anak muda yang semangatnya seperti itu. Sering sih sering mendengar kisah anak muda yang semangat dakwahnya luar biasa. Tapi belum pernah aku menemukan dengan mata kepalaku sendiri, yang sering aku temukan ya yang udah berumur. Yang emg dia tokoh islam. Dan rata2 mereka semua itu yang udah bapa2, yang udh bukan umurnya di zaman sekarang dan yg akan datang. Karna saat ini dan kelak, harusnya kita (anak muda) lah yang membangun jiwa2 dakwah seperti mereka. Siapa yang akan meneruskan perjuangan mereka?
Kemanakah pemuda itu?
Pemuda yang selalu menjaga shalatnya
Pemuda yang selalu menjaga akhlaqnya
Pemuda yang selalu santun kepada sesamanya
Pemuda yang memikirkan masa depan ad-diin nya
Kebanyakan pemuda skrg mah....
Sepertinya tidak usah disebutkan karna anda pasti tau

Aah.. Begitulah yang kupikirkan
Dan aku terbesit oleh sebuah pepatah
"Kenapa harus sibuk mencari, kenapa tidak sibuk menjadi?"
Ah.. Lagi2 ini menampar diri. Terkadang yg kita inginkan hanya mencari tapi lupa untuk menjadi.
Jadi semoga ini semua menjadi tadzkirah kita semua, menjadi renungan, dan menjadi motivasi untuk menjadi pribadi sebaik baik pribadi muslim.
Jazakumullah khairan katsiiran, salam ukhuwah :)

Tasikmalaya-Bandung,
21 maret 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar