Jumat, 26 Agustus 2016

tata cara khitbah

Tadi kan sudah dibahas pra-khitbah nya. Nah skrg tata cara Khitbahnya.

Sebelumnya, perlu ditekankan, khitbah itu merupakan PROSES PENGANTAR menuju pernikahan. Jadi ini masih pengantar nya saja, belum 100% halal. Bahkan tak ada jaminan 1% pun halal. Karena ini merupakan pengantar menuju pernikahan saja.
Jadi kalopun wanita sudah di khitbah itu jangan menganggap sudah pasti halal, jangan memberi label kalo kalian sudah halal. O tidak bisaa.. Bukan seperti itu aturannya.

Nah, apa saja yang boleh dilakukan saat khitbah?

1. Melihat langsung calon (Nazhar)

Dalam riwayat Imam Abu Dawud, Jabir ibn 'Abdillah mendengar Rasulullah SAW bersabda, "jika salah seorang dari kalian hendak meminang seorang perempuan, jika mampu hendaklah ia melihatnya terlebih dahulu untuk menemukan daya tarik yang membawanya menuju pernikahan."

Kalopun tidak melihat langsung, boleh melalui keluarga atau kerabatnya. Menanyakan si fulan tuh org nya gimana.
Jika ada riwayat penyakit ceritakan, kalo misalkam ada bekas" luka atau cacat boleh di ceritakan  batasnya adalah dri leher ke atas dan lengan

2. Permasalahan Mahar
- mudahkan maharnya
Sebaik baik wanita adalah yang mudah maharnya. Mudahnya mahar pertanda keshalihan seorang wanita.
- dalam bentuk benda
Usahakan mahar beruoa bentuk benda sekecil apapun, meskpiun ia sebuah cincin besi. (Seperti kisah di zaman rasul, ada seorang sahabat yg ga punya benda berharga/mewah untuk dimaharkan,sama rasul disuruh berikan cincin logam)

Boleh memberikan mahar tidak dalam bentuk benda tapi usahakan ada dalam bentuk bendanya meskipun itu alat shalat, qur'an. Namun jika qur'an dijadikan mahar agak berat sebenarnya. Karna qur'an itu menjadi tanggung jawab suami utk di amalkan, di baca, dll. Tanggung jawab qur'an ada pada suaminya.

3. Penentuan tanggal, lokasi, dsb

4. Sekufu (dalam artian kalo bisa se-status sosial, jarak umurnya jgn terlalu jauh. terutama agamanya, se-aqidah, dll)



Naah.. Segitu dulu yaa, nanti di lanjut lain waktu lagi, semoga bermanfaat. Jangan baper, jodoh udah di tangan ko.... Di tangan Allah πŸ˜‚πŸ˜Š

Pra-Khitbah (2)

Udah baca kisah sebelum nya kan? Gimana menurut sahabat ? Masya Allah ya..
Ya, jadi itu ttg indikator menikah, kriteria calon yg hendaknya kita pilih.
Jadi itu semua langkah sebelum menuju khitbah nya, kan kita nyari calon dulu nih.. Nah nyari calonnya tuh yg kaya gimana sih baiknya? (Jawabannya di materi pertama)

Nah, skrg misalnya kita udah punya calon atau sasaran yang kira" ingin kita nikahkan. Maka langkah selanjutnya adalah....

Persiapan membangun Rumah Tangga, Pra-Khitbah

Adapun rumah tangga merupakan benteng pertama. Dimana jika benteng itu kokoh, kuat, maka diapun akan melahirkan generasi yang kokoh imanya,

Ketika kita sudah mampu menikah , maka segeralah menikah. Jikapun belum mampu،, maka berpuasalah karena itu sebagai perisai dirimu.

Cara/ langkah-langkah Pra-Khitbah :

1. Meminta kepada pihak wanita

Seperti yang di alami Aisyah r.a (melamar lwt abu bakar) dan Hafshah (melamar lwt umar ibn al khattab) ketika dilamar oleh Rasulullah SAW

2. Berbicara langsung kepada wanita dewasa

Jadi disini boleh berbicara langsung kepada wanita dewasa. Wanita dewasa yg di maksud disini adalah dewasa yang sudah menikah.

Seperti Rasulullah ketika melamar Ummu Salamah

3. Ayah seorang gadis menawarkan kepada seseorang yang baik akhlaqnya & agamanya

Jd misalkan kalian para gadis atau ayah gadis punya kenalan atau tau seseorang yg baik akhlaqnya & agamanya, itu boleh menawarkan gadis itu kepada seseorang yang baik itu.

Seperti kisah Hafshah binti Umar ibn al khattab; suatu ketika umar menawarkan Hafshah kepada Utsman. Namun jawaban Utsman "aku belum mau menikah lagi" kemudian Umar pergi menawarkan kepada Abu bakr, namun Abu Bakr tidak menjawab apa-apa. Hanya terdiam sampai beberapa hari. Nah, pada saat diamnya Abu Bakr itu, Rasulullah SAW datang menghampiri Umar utk melamar Hafshah. Jadi diamnya Abu bakr itu karena beliau tau Rasulullah pernah berucap ttg keinginan melamar Hafshah, jdi Abu bakr diam saja, tidak ingin berbicara duluan sebelum Rasulullah yg berbicara lgsg.

4. Seorang laki2 ingin melamar seorang wanita melalui tokoh/ustadz

Misalnya kamu (utk para ikhwan") minta tolong ke ulama / ustadz utk minta dicarikan calon. Atau minta di dekatkan/di datangkan kepada si doi utk melamar.
"Stadz, tolong saya, saya ingin melamar si fulan. Bantu saya dalam prosesnya, ustadz." Ini boleh.

Kemudian, boleh kah seorang perempuan menawarkan diri? Boleh.
Seperti hal nya saat zaman Rasul oleh Khadijah dan Zainab


Itulah kurang lebih 4 serangkai yg bisa dilakukan ketika akan mengkhitbah sesuai dengan peristiwa yang terjadi pada zaman Rasulullah dan sahabatnya. silakan mau dengan cara yg mana πŸ˜€πŸ˜œ

(Bersambung ke materi selanjutnya)



Pra-Khitbah

Assalamualaikum sahabat fillah yang saya cintai, kali ini aku mau share ilmu ttg khitbah πŸ˜€
Materi ini ku dapet saat liqo, *waduh materinya udh ttg ginian aja* tapi emang ini tuh penting banget apalagi untuk kita yang lagi umurnya *tebak umurku berapa hayo?*
Ini penting bgt supaya ntar ketika kita akan menikah tidak akan salah menjalani prosesnya, tidak menyalahgunakan istilah dalam islam, dsb. So, mari kita simak..

Sebelumnya, kita bahas indikator menikah..
Hendaklah seorang pria menikahi wanita karena ; kecantikannya, kekayaannya, keturunannya, dan agamanya. Dan hendaklah ia utama memilih karena agamanya.

"Wanita dinikahi karena 4 perkara: karena hartanya, martabatnya, kecantikannya, dan karena agamanya. Maka hendaklah engkau mendapatkan wanita yang baik agamanya, niscaya engkau beruntung" (HR. Al-bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah)

Mari kita lirik sebentar kisah yang menarik. (Dikutip dri buku salim A fillah )
Inilah setutur tentang budak, di zaman ketika para pekerja mau mencerdaskan diri dan para majikan sudi mendengar suara mereka. Dia Mubarak. Namanya nan berarti penuh berkah mengalir jadi doa utk kebun anggur yg dia jaga. Panen berlimpah sejak bulan pertama tugasnya.

Maka dia bulan ketiga, si majikan meninjau kebun itu. "Mubarak!" panggil sang tuan. "Ambilkan untukku setangkai anggur terbaik!"

Bergegas mubarak memilih di antara sulur2 anggur; dipetiknya setangkai yg buahnya tampak paling kokoh,liat, dan mengkilat. Diserahkannya anggur pilihannya itu pada sang majikan. Mengernyit sejenak, si tuan mencicipi sebutir. Dan benar! Masam!

"Mubarak!"bentaknya. "Apa ini?anggurnya masam sekali! Apakau sengaja membuatku marah pagi2? Cari lagi! Pilih yg betul!"

Bergegas mubarak ke sesuluran. Kalau yg tadi keliru, berarti cari sifat sebaliknya: dipilihnya yg lembek,berair, dan kusam. Begitu diserahkan, murkalah sang majikan. "Dungu! Yg tdi masam, skrg busuk! Tak tahukah kau mana anggur bagus?"

"Tidak,tuan!" jawab mubarak polos. "Celaka! Tiga bulan kau jaga kebun ini dan kau tak tau mana anggur yg bagus? Apa kerjamu?"

"Maaf tuan, saya tak tahu, sebab tugas yg tuan embankan adalah menjaga kebun, bukan mencicipi nya."

Ganti sang majikan terperangah. Dia tak meyangka Mubarak akan menjawab demikian. Alangkah jujur, amanah dan wara'nya.

Sejak itu, hubungan mereka jdi demikian dekat. Penuh kepercayaan, sang majikan memberi tugas2 yg kian berat pada Mubarak. Pun dalam hal2 pribadi; sang majikan mulai banyak meminta masukan dan pertimbangan Mubarak. Satu hari, dia dipusingkan putrinya.

Banyak sekali yg berminat menyunting si semata wayang, pilihan2 sungguh tak mudah, sulit sekali menjawab lamaran. "Dengan siapa sebaiknya kunikahkan putriku satu2nya itu, hai Mubarak? Bantu aku! Berikan pertimbanganmu!"

Mubarak berkata santun, "tuan, kudapati kaum yg menikahkan putrinya dengan pertimbangan nasab semata adalah musyrikin Quraisy. Dan kudapati, menikahkan anak perempuan dengan pertimbangan paras dan rupa di zaman ini, dilakukan sebagian orang2 nasrani. Kudapati pula, yg sering menikahkan putri mereka dengan pertimbangan kekayaan ialah sebagian Ahli Kitab dri kalangan Yahudi. Maka bagimu yg adalah seorang mukmin; yg harus kaupertimbangkan soal calon menantu hanyalah agamanya, imannya, akhlaqnya!"

"Kalau begitu," senyum si tuan, "aku tak punya pilihan lain. Bersiaplah, hai Mubarak, hari ini kunikahkan engkau dengan putriku!"

Dari pernikahan Mubarak dan putri majikannya, kelak lahirlah 'Abdullah ibn Al-Mubarak; tabi'in terkemuka, 'alim yg zahid dan mujahid. Pernikahan mereka adalah pemicu hadirnya lapis-lapis keberkahan yg memenuhi bumi dengan bersusun susun rasa surga.



                         *          *         *

Sabtu, 23 Juli 2016

siasat

Assalamualaikum..
Kali ini aku mau bahas politik nih, waah.. agak sensitif nih tema nya 😁
Pasti kalo denger kata "politik" tuh asa gimanaa gitu, bahkan kadang pikiran kita tuh langsung menolak hal-hal berbau politik. Kira" kenapa sih? So, disini ku mau bahas untuk meluruskan pemikiran tentang politik. (Materi ini ku dapat waktu RESES uwa ku, uts. Tate Qomaruddin)

*Latar Belakang*
Setiap warga negara berusia tujuh belas tahun memiliki hak berpartisipasi aktif dalam politik nasional. Aktivitas politik tersebut dicerminkan dalam penggunaan hak pilih. Namun aktivitas politik dalam arti luas bagi warga negara sebenarnya tidak hanya terjadi dalam pemilihan umum saja. Menyampaikan aspirasi, gagasan, melakukan pengawasan, meningkatkan kepedulian warga, pendidikan hak-hak warga pada dasarnya merupakan aktivitas politik secara tidak langsung.

Dalam kenyataannya tidak semua warga negara usia muda mampu memahami aktivitas politik sebagai aktivitas yang membangun pemerintahan. Aktivitas politik sering kali dianggap sebagai aktivitas kotor, membosankan dan hanya dilakukan mereka yang sudah tua. Itulah sebabnya, perlu ada pendekatan baru untuk mendekatkan generasi muda dengan aktivitas politik.

Generasi politisi saat ini juga dihantui oleh gejala de-ideologisasi. Berkembangnya praktik politik tanpa dilandasi nilai-nilai dan hanya berorientasi pada elektabilitas semata. Sehingga siapapun yang terpilih, publik akhirnya akan merasakan “sama saja dengan sebelumnya”. Fenomena politik tanpa nilai ini harus juga diimbangi oleh pendidikan politik bagi generasi muda agar tidak terjebak dengan fenomena serupa.

# # #

Nah, mari kita mulai dengan sebuah pertanyaan.
Ada sebuah pertanyaan seperti ini :
"Apakah benar tidak ada politik dalam agama islam?"
πŸ‘‰ jika ada pertanyaan ini, pertanyaan ini salah ❌
mengapa salah?
Karna ketika sudah ada kata "islam" , islam itu adalah syamil yang artinya sempurna, yang mencakup semua nya. Paket lengkap, bukan paket hemat. Maksudnya gimana? Maka islam itu mengatur semuuuaa aspek kehidupan. Dimulai dari ekonomi, sosial, kekeluargaan, hukum, nikah, akhlaq, termasuk politik. Islam sudah mengatur semuanya,termasuk politik.
Sekarang, coba kita bayangkan islam tanpa politik. Bagaimana cara agar islam bisa jaya? Kalo islam tidak masuk ke dunia politik, maka yang akan memegang kekuasaan dunia ini adalah orang kafir. Lalu apa yang akan terjadi ketika orang kafir yang berkuasa? Islam akan makin tersisihkan.

Maka dari itu, orang-orang kafir disini memasukkan pemikiran-pemikiran yang seperti ini "udahlah kamu mah islam gausah ikut2an politik, fokus ibadah aja sana, gausah ikut campur urusan politik, politik itu kotor. Kamu fokus ibadah aja sana"
kenapa coba ada pemikiran seperti itu? Agar kita, org islam, ga usah ikut campur urusan politik agar mereka menang sendiri, agar mereka bisa berkuasa.

Nah lalu pertanyaan berikutnya :
"Apakah benar politik itu selalu kotor?"
πŸ‘‰ bersih kotornya sebuah aspek kehidupan tergantung orang yang mengelola
Kalo misalnya ada org yg dalam politik nya curang, korupsi,dll apa kah politik menjadi kotor? Ya.
Tetapi apabila ada org yg dalam politiknya jujur, berkhidmat untuk rakyat, mendekatkan diri kepada Allah, dll apa kah politik menjadi kotor? Tidak.
Sama halnya seperti bisnis
Jika ada orang yang bisnis, misalkan dia bisnis makanan,terus makanan yg dia produksi menggunakan makanan tidak layak konsumsi, apakah bisnis itu menjadi kotor? Ya.
Tapi kalo org yg bisnisnya bersih, jujur, apakah bisnis itu menjadi kotor? Tidak.

Maka bersih kotornya sebuah aspek kehidupan tergantung orang yang mengelola.

Maka dari itu, bagaimana caranya supaya politik yg kita jalankan dibungkus dengan islam. Islam harus masuk.


Politik. Dalam bahasa arab politik itu : sasa - Yasusu / siasatan
Siasat (politik) : secara bahasa artinya mengendalikan, mengatur, mengelola.
Secara istilahnya, mengendalikan ,mengatur, mengelola aspek kehidupan agar sesuai dengan tujuan2 islam.

Nah, apasih tujuan islam dalam pengelolaan kehidupan?
Salah satu nya kita kutip dari surat Quraisy
1. Falya'buduu rabbahaadza al bait. (Maka hendaklah mereka menyembah tuhan (pemilik) rumah ini (ka'bah) )
πŸ‘‰ Menyembah Allah ( ibadah)
2. Alladzii ath'amahum min juu' (yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar)
πŸ‘‰ untuk menciptakan kesejahteraan
3. Wa aamanahum min khauf (dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan)
πŸ‘‰ untuk memberikan kenyamanan/keamanan hidup

Maka, untuk mencapai tujuan tersebut kita harus mengambil kekuasaan manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dan ini adalah amal shalih yang paling utama.

Apakah dijaman Rasul tidak ada politik ? Ada.
Rasulullah SAW hidup pada masa kenabiannya selama kurang lebih 23 taun. Justru yang di lakukan rasul selama 23 taun, yang rasul urus selama 23 taun itu salah satunya politik. jika rasul di utus hanya untuk mengajarkan shalat dan ibadah saja maka rasul menjalankan masa kenabiannya ga mesti 23 taun, 6 bulan juga cukup jika islam itu hanya masalah bab shalat.

ada pepatah seorang ulama seperti ini:
Agama & kekuasaan itu kaya kembar. agama pokok penjaganya adalah kekuasaan.

Makanya kita,sebagai umat islam jadikan politik sebagai dakwah kita, bukan hanya masalah kekuasaan, tapi ada masalah kejayaan islam didalamnya.
Salah satu langkah yg bisa kita lakukan sebagai rakyat adalah gunakan hak pilih dengan benar, jangan sampai golput. Golput sama saja dengan membiarkan negara ini dikuasai oleh orang kafir, berarti kita ga peduli dengan kekuasaan islam di negara ini. So, masih mau golput? πŸ˜‰


Waah.. ternyata udh panjang lebar,pegel juga nih haha.. ku sudahi dulu ya sampe sini, Pembahasan ttg ini mah panjaang tapi yg ku sampaikan intinya aja,semoga bermanfaat dan materi ini membuat pembaca sadar apa pentingnya politik dalam islam.

Wassalamualaikum..

Jumat, 06 Mei 2016

Maafin aku yang dulu



⚠Maafin aku yang dulu⚠

Mungkin sekarang lagi ngetrend pasang foto tentang kita yg dulu dan sekarang, yang udah hijrah ceritanya.
Misalnya ada wanita yang dulu gapake kerudung skrg sudah pake. Terus pasang foto yang dulu dan yang sekarang trus di caption "maafin aku yang dulu" atau misalnya dulu pacaran skrg udah ga pacaran, trus pasang foto waktu pacaran sama yg sekarang.
Hati-hati lah!
Mungkin kita bangga dengan keadaan kita yang sekarang. Bersyukur udah berubah. Namun taukah kawan? Secara tidak langsung kita pun bangga dengan ke-jahiliah-an dulu. mungkin banyak org yang gatau ke-jahiliah-an dulu, cuma karna ikut" tren pasang foto seperti itu jadi banyak yang tau ke-jahiliah-an mu dulu. Secara tak langsung kamu membuka aibmu sendiri. Dan tahukah kawan? Allah tidak akan mengampuni orang yang membuka aibnya sendiri padahal Allah sudah menutupinya.

Mari kita lirik sebuah kisah yang bisa kita ambil hikmahnya..

Pada zaman Khalifah Amirul Mu'minin Umar bin Khattab, ketika umar sedang berjalan-jalan seperti biasa di kota madinah. Datanglah seorang kakek menghampirinya.

Kakek: "assalamualaikum, amirul mu'minin"

Umar: "waalaikumsalam"

Kakek: "aku ingin minta pendapat"

U : "katakanlah"

K : "amirul mu'minin, aku punya anak yang aku telantarkan di masa jahiliyah. Aku membuangnya. Aku menguburnya di dalam tanah. Tapi hatiku tersentuh. Maka aku keluarkan lagi. Kemudian kami masuk islam. Ketika dia besar.... dia dihukum dengan hukum Allah.😒"

U : "hukuman zina?" Tebaknya

K : (mengangguk dengan kesedihan) "ia dicambuk dan tubuhnya penuh luka. Aku tau setelah ia terbaring. kemudian aku mengobatinya sampai sembuh. Apakah ia bisa bertaubat dan melakukan amal shaleh?"

U : "allah akan menghapus keburukannya dengan kebaikan."

K : "sekarang ada yang melamarnya. Apa aku harus beri tahu masa lalunya?"

U : "apa kau ingin membuka aib yang sudah Allah sembunyikan darinya? Demi Allah,kalau kau membuka aibnya, kau akan mendapatkan hukuman!"
...
U : "nikahkan dia dengan perempuan muslimah yang baik-baik"

Kakek itu kaget terharu mendengernya,

K : "aku lega, amirul mu'minin. Semoga Allah memberikan kemudahan kepadamu di dunia dan di akhirat."

Kemudian kakek itu hendak bersujud berterima kasih, namun umar langsung mundur menolak ✋

U: "jangan lakukan itu! Kau akan terhina. penghormatam berlebihan dibenci Allah. Aku hanya seorang muslim biasa. Menjadi seorang hakim lebih berat daripada masalahmu. Semoga Allah memberimu petunjuk.

Umarpun mempersilakan kake itu kembali, lalu kakek itu pun kembali.

Setelah itu umar berdoa,
"Ya Allah, aku menggunakan logika pada permasalahanku. Permasalahan yang tidak aku temukan di dalam Al Quran dan sunah Rasulullah. Aku hanya ingin mencari kebenaran dalam permasalahanku. Berusaha memahami agamaMu. Jika aku benar maka itu karena taufiq-Mu. Jika aku salah maka itu karenaku. Kepada-Mu aku berserah dan bersandar."

Masya Allah! Begitulah kisah yg dapat kita ambil banyak hikmah. Salah satunya,
Jangan pernah membuka aib yang telah Allah tutupi aibnya!
celakalah orang yang membuka aibnya tanpa perasaan berdosa padahal Allah telah menutupinya.
Dan tutupilah aib saudaramu maka Allah akan tutupi aibmu. Siapa sih yg ga pengen di tutup aib nya? Sungguh jika seluruh aib kita, seluruuh aib kita dibukakan oleh Allah maka kita tidak akan pernah sanggup menghadapi dunia ini.
Astaghfirullah.. Na'udzubillah min dzalik..

Yg benar datang dari Allah ,yg salah datang dari saya
Wallahua'lam..
Semoga bermanfaatπŸ˜‰

Rabu, 04 Mei 2016

Sudah seberapa bahagiakah kita?

MENDAPATKAN  SURGA SEBELUM SURGA

7  TANDA KEBAHAGIAAN....
SUDAH BERAPAKAH YANG KITA MILIKI SEKARANG...?

ibnu Abbas mengatakan : Ada 7 tanda2 kebahagiaan hidup didunia:

✅ 1) Qalbun Syakirun..
Hati yg slalu bersyukur, artinya selalu menerima apa adanya (Qana'ah), sehingga tdk ada ambisi yg berlebihan, tdk ada stress, inilah nikmat bagi hati yg selalu bersyukur..

✅ 2) Al-Azwajus Shalihah..
Pasangan hidup yg shaleh/shalihah, pasangan hidup yg shaleh/shalihah akan menciptakan suasana rumah & keluarga yg sakinah..

✅ 3) Al-Auladul Abrar..
Anak yg shaleh/shalihah.. Doa anak shaleh/shalihah kepada org tuanya dijamin dikabulkan ALLAH, berbahagialah org tua yg memiliki anak shaleh/shalehah..

✅ 4) Al-Baitus Shalihah..
Lingkungan yg kondusif utk iman kita..
Rasulullah menganjurkan kita utk selalu bergaul dg orang2 shaleh yg selalu mengajak kpd kebaikan dan mengingatkan bila kita salah..

✅ 5) Al-Maalul Halal..
Harta yg halal.. Bukan banyak harta, tapi harta yg dimiliki..
Harta yg halal akn menjauh kan setan dari hati. Hati menjadi suci, bersih dan kokoh.. Sehingga memberikan ketenangan dlm hidup..

✅ 6). Tafaquh fid-dien..
Semangat utk memahami agama.. Dengan belajar ilmu agama, semakin cinta kpd agama, semakin tinggi cinta kpd Allah & Rasulullah.. Cinta inilah yg akahn memberi cahaya bagi hati..

✅ 7). Umur yg barokah..
Umur makin tua makin sholeh.. Setiap detiknya diisi dgn amal ibadah.. Makin tua makin rindu untuk bertemu dgn sang pencipta.. Inilah semangat hidup org2 yg barokah umur nya..

Semoga Allah memudahkan kita dalam perjuangan besar untuk memiliki 7 indikator kebahagian yang disebut Ibnu Abbas RA diatas..

Aamiin Ya Allah..
Barakalllahu fiikum.. ajma'iin.
Semoga bermanfaat

Engkau! Dalam dirimu masih terdapat jahiliah!





"Injak kepalaku ini hai Bilal! Demi Allah, kumohon injaklah!"

Abu Dzar Al-Ghiffari meletakkan kepalanya di tanah berdebu. Di lumurkannya pasir ke wajahnya dan dia menunggu penuh harap terompah Bilal ibn Rabah segera mendarat di pelipisnya.

"Kumohon Bilal saudaraku," rintihnya, "injaklah wajahku. Demi Allah aku berharap dengannya Allah akan mengampuniku dan menghapus sifat jahiliah dari jiwaku."

Abu Dzar ingin sekali menangis. Isi hatinya bergumul campur aduk. Dia menyesal. Dia sedih. Dia takut. Dia marah pada dirinya sendiri. Dia merasa begitu lemah berhadapan dengan hawa nafsunya. Maka dengan kepala bersaput debu yang disujudkannya dan wajah belepotan pasir yang disurukkan, dia mengerang lagi, "kumohon injaklah kepalaku!"

Sayang, Bilal terus menggeleng dengan mata berkaca-kaca.

Peristiwa itu memang berawal dari kekesalan Abu Dzar pada Bilal. Dia merasa Bilal tak mengerjakan sebuah amanah dengan utuh, bahkan seakan membuat alasan untuk membenarkan dirinya sendiri. Abu Dzar kecewa dan, sayang, dia tak dapat menahan diri. Dari lisannya terlontar kata-kata kasar. Abu Dzar sempat berteriak melengking, "Hai anak budak hitam!"

Rasulullah yang mendengar hardikan Abu Dzar pada bilal itu memerah wajahnya. Dengan bergegas bagai petir menyambar, beliau menghampiri dan menegur Abu Dzar. "Engkau!" Sabdanya dengan telunjuk mengarah ke wajah Abu Dzar, "sungguh dalam dirimu masih terdapat jahiliah!"

Maka Abu Dzar dikejutkan hakikat dan disergao rasa bersalah itu serta-merta bersujud dan memohon Bilal menginjak kepalanya. Berulang-ulang dia memohon. tapi Bilal tetap tegak mematunng. Dia marah,tapi juga haru. "Aku memaafkan Abu Dzar ya Rasulallah," kata Bilal."dan biarlah urusan ini tersimpan di sisi Allah, menjadi kebaikan bagiku kelak."

Hati Abu Dzar rasanya perih mendengar iyu. Alangkah lebih ringan andai semua di tebusnya di dunia. Alangkah tak nyaman menelusuri sisa umur dengan rasa bersalah yang tak terlupakan. Demikianlah Abu Dzar, sahabat Rasulullah SAW yang mulia. Adapun kita, dengan segala kelemahan dan kealpaan dalam menjaga hubungan dengan sesama, mungkin tak hanya satu jari yang harus ditekunjuki ke wajah kita. Lalu sebuah kesadaran menyentak, "Engkau! Dalan dirimu masih terdapat jahiliah!"


- di kutip dri buku Dalam Dekapan Ukhuwah | Salim A. Fillah-



Masya Allah.. Astaghfirullah al-'azhim..


Bara Api !



Orang beragama itu ibaratkan orang yg sedang memegang bara api. Yg apabila semakin erat pegangan semakin sakit, perih, berdarah-darah.
Semakin erat/teguh beragama semakin perih dan sakit persoalan yang kita hadapi.
Kalo kita belum merasakan sakit dan perih dalam Beragama/menjalankan perintah Allah berarti kita belum teguh beragama.

Kita ambil contoh:
• Rasulillah SAW merupakan orang yang mulia, sempurna, taat. sangat teguh dalam beragama. apa yg di hadapi/dapatkan Rasulallah SAW begitu beliau diwahyukan untuk menegakkan/meneguhkan Agama Allah dan beliau pun langsung melaksanakannya?
Hinaan. Caci maki. kebencian dari paman sendiri. kebencian dari kaumnya. Di sebut orang gila. Penyihir. Penyair.
Hanya sedikit sekali yang dapat menerima ar risalah beliau.
Perih? Iya. Sakit? Jelas. faham?

• Bilal ibn Rabbah. Ketika tuannya mengetahui keislaman bilal. Ia di ikat, di tarik ke tengah masyarakat. Ketika ditanya "siapa tuhanmu?" Bilal menjawab, "aku bersaksi tiada Ilah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah"
Kemudian apa yang beliau dapatkan setelah itu? Cambukan. Dari tuannya sendiri. Namun cambukan itu tidak menurunkan keteguhan beliau pada islam. Ia meyakini siksaan yang didapat bukan lah apa-apa dibanding siksaan di Akhirat. sangat teguhnya beliau terhadap islam, namun tuannya tidak sampai di situ. Ia terus mencambuk bilal sambil terus merayu/menanyakan hal yg serupa.
"Katakan saja bilal. Hanya dalam mulutmu. Kami hanya ingin mendengar satu kata untuk menghina Muhammad. maka setelah itu kau dibebaskan dari siksaan ini"
Tidak. Tidak. Ia tetap teguh pada keislamannya
Akhirnya bilal dibawa ke tengah lapang pasir gersang dimana budak budak islam lainnya di siksa, dicambuk. Dan bilal pun di tindih dengan batu. kemudian tuannya berkata
"Bagaimana bilal? Siapa tuhanmu?!"
Jawab bilal, "ahadun ahad.. ahadun ahad"
Terus begitu hingga datanglah Abu Bakar memerdekakan Bilal.
Apa yg dirasakan bilal saat di ketahui oleh tuannya atas keislamannya?
Siksaan? Iya.Sakit? Pasti. Faham?

• Abdullah ibn Suhail dan Abu Jandal Yang di kurung, di rantai kaki nya oleh ayahnya, Suhail ibn Amr (sebelum masuk islam)
Ketika para kaum muslimin yang lain ikut berhijrah ke Yastrib bersama Rasulullah.. Abdullah dan Abu Jandal di kurung. Oleh Ayahnya sendiri. Kakinya di rantai satu sama lain. Ketika di minta kembali ke agama ayahnya (jahiliyah) mereka berdua lebih memilih di rantai kakinya daripada kembali ke masa jahiliyah.
Laa haula wa laa kuwwata illaa billah.. hanya itu yg bisa mereka ucapkan sampai Allah membuka jalan untuk mereka
Sedih? Iya. Perih? Iya. Faham?

Dan yang terjadi saat ini. Pembantaian terhadap Palestine, Mesir, Suriah, Turki, dan negara lainnya. Mereka semua telah menjalani masa yang sulit, sedih tak terkira, kehilangan harta benda bahkan keluarga. namun mereka tetap meneriakkan Asma Allah. Berteguh.
Inilah mereka. Mungkin iya harta mereka hangus, keluarga mereka berpisah entah berantah. Mungkin iya rumah mereka hancur. Jasad mereka hancur. Tapi ada satu yang ga pernah hancur dari mereka. Yang ga pernah hilang. KEIMANAN.

Begitulah beberapa kisah bagaimana orang yang berpegang teguh sekali pada Agama Allah.
Kalo kembali ke kita, sudahkah kita merasakan perihnya ujian seperti hal nya yang sudah di rasakan Rasulullah SAW, dan para sahabatnya dan para muslimin lainnya?
Mungkin disana mereka mendapat pertempuran fisik,sehingga menimbulkan kehilangan banyak jasad. Tapi disini. Kita. Ga ada pertempuran jasad (mungkin belum) namun menimbulkam banyaknya kehilangan Keimanan kita. Astaghfirullah..
Laa hawlaa wa laa kuwwata illaa billah..

Dari Abu Hurairah R.A ia berkata: telah bersabda Rasulullah SAW "akan datang kepada manusia satu zaman orang yang bersabar dalam berpegang dengan agamanya (ajaran islam yang bersih dari syirik, bid'ah dan penyimpangan lainnya) seperti orang yang sedang menggenggam bara" (HR. Tirmidzi, shahih)


Minggu, 01 Mei 2016

Tujuan Menghafal

Assalamualaikum..
Pastii menjadi impian semua muslim muslimah untuk menjadi hafizh/hafizhah.. siapa sih yg ga pengen? :)
Nah kalo pengen khatam kita harus menghafal
Dan tau ga tujuan kita menghafal tuh apa? Apa sekedar untuk jadi hafizh/hafizhah? Tidak :) lebiih dari itu.
Ini dia Pelajaran yg dapat diambil dari taujih ust. Agus Subagyo waktu mabit sahal .



1.TUJUAN UTAMA ORANG MENGHAFAL AL-QUR'AN?
- Supaya Al-Qur'an bisa bersemayam di dalam hati
- Banyak bersama Al-Qur'an, ketika kita sudah banyak bersama Al-Qur'an,maka bersama yang lainnya lebih sedikit

2. Kenapa ada orang yang hafal Al-Qur'an tetapi kelakuannya tidak/belum mencerminkan?

➡ Berarti Al-Qur'an belum sampai pada HATI nya

3. Mengapa sifat Al-Qur'an itu mudah lepas?

Karena Allah menginginkan hamba-hamba nya banyak bersama Al-Qur'an

4. Di hadapan Al-Qur'an manusia dibagi 3 kelompok

"Kemudian kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami,lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan, dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar" (Qs. Fatir: 32)

5. Modal menghafal Al-Qur'an bukan kecerdasan tetapi amal Shaleh

6. Tilawah merupakan alat ukur seseorang berapa banyak ia  bersama Al-Qur'an


Menghafal. Bukan sekedar untuk khatam, tetapi untuk SETIA BERSAMA AL-QUR'AN

Semoga kita semua menjadi orang yang ahli Qur'an yang berarti orang yang senantiasa istiqamah dengan al-Qur'annya. bukan cuma orang yg hafizh atau punya banyak hafalan. Tapi orang yang istiqamah dengan Al-Qur'annya :)

Jumat, 29 April 2016

Cinta

   Ada banyak orang yang telah dilemahkan oleh cinta manusia. Cinta bukan menjadi energi yang mendorong produktivitas amal dunia-akhirat, tetapi menjadi beban yang memberati jiwa untuk bebas berbakti. Luar biasa kekhawatiran dalam diri Abu Bakar Ash Shiddiq R.A, atas Abdurrahman sang putera yang begitu mencintai Atikah isterinya.

Amat kuat ikatan mereka berdua, seolah tak ada yang bisa memisahkan. Jangan sampai, pikir Abu bakar, cinta Abdurrahman pada istri membuatnya melalaikan jihad dan ibadah. Ceraikan isterimu! Begitu perintahnya pada sang putera. Lalu,demi mentaati sang Ayah, Abdurrahman pun menceraikan istrinya. Lihatlah perceraian agung ini, bukan karena ketidakcocokan satu sama lain, melainkan sebab kekhawatiran bahwa cintanya akan tumbuh tidak sehat.

Tentu saja, nelangsa perasaan 'Abdurrahman menanggung beban perceraian itu. Selama ini, meski ia mencintai Atikah dgn penuh kesungguhan,tapi ia tetap berusaha agar cinta itu tak menodai ikrar pada Allah untuk berjihad, demi Allah, ia sudah berusaha. Kini, perasaan cinta yang begitu menggores itu melahirkan syair yang dikenang sejarah:

Demi Allah, tidaklah aku melupakanmu
Walau mentari kan terbit meninggi
Dan tidaklah terurai air mata merpati itu
Kecuali berbagi hati

Tak pernah kudapati orang sepertiku
Menceraikan orang seperti dia
Dan tidaklah orang seperti dia
Dithalaq karena dosanya

Dia berakhlaq mulia, beragama,
Dan bernabikan Muhammad
Berbudi pekerti tinggi, bersifat pemalu,
Dan halus tutur katanya


Luluh kemudian hati sang ayah, Abu Bakar Ash Shiddiq. merekapun di ijinkan rujuk kembali. Saat itulah Abdurrahman bin Abu Bakar menunjukkan kesucian cintanya. Ia buktikan, bahwa cinta kepada istri tak pernah melebihi cinta akan Allah, Rasul, dan jihad  sampai ia syahid dalam perang tak berapa lama kemudian. Abdurrahman bin Abu Bakar R.A . Allah ridha pada mereka berdua, ayah dan anaknya.

Membaca kisah ini menjadikan kita begitu malu. Betapa persepsi kita atas cinta begitu jauh dari apa yang difahami Abu Bakar maupun Abdurrahman. Cinta suami-istri yang halalan thayyiban pun masih membuat mereka risau akan ridha tidaknya Allah. Sementara kita enteng saja mengakatan bahwa kita mencintai si dia karena Allah semata. Masya Allah

Dikutip dari buku Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan - Salim A. Fillah

Menikah..

MENIKAH adalah keindahan, kecuali bagi yang menganggapnya sebagai beban. Rumahtangga adalah kemuliaan, kecuali bagi yang memandangnya sebagai rutinitas tak bermakna. Menikah, dakwah dan jihad adalah seiring sejalan, kecuali bagi orang2 yang terkacaukan logika dan nalarnya. Menikah adalah bagian dari dua hal ini, kecuali bagi yang memandangnya sebagai buah yang dipetik atau rehat yang diambil setelah lama menjadi aktivis bujang.

Amat heran saya mendengar kata2 yg dipakai sebagai alasan untuk menunda pernikahan. "Akhi.." dengan penuh lembut seorang ikhwan berkata, "saya kira antum berbicara pernikahan bukan dengan org yg tepat. Saya ingin menikah, insya allah nanti, setelah mengoptimalkan produktivitas dakwah saya. Ada banyak hal yang belum saya lakukan. Kontribusi dakwah saya masih terlalu kecil. saya masih jauh dari kualifikasi pemuda yang digambarkan sebagai jundi dakwah. Apa kita ga malu, bahwa yg kita bicarakan pernikahan,pernikahan, pernikahan? Lihatlah pemuda2 seperti Usamah bin Zaid yg menjadi panglima besar di usia 18 taun. Lihatlah Mush'ab bin Umair yang di usia 20 thn menjadi duta untuk membuka dakwah di Madinah. Lihatlah Ali bin Abi Thalib.."

Allahu akbar! Secara pribadi, saya terkagum pada ghirah dakwah beliau yang setegar gunung dan sekukuh karang. Semoga Allah menguatkannya selalu. Hanya saja saya menganggap bahwa cara berfikir beliau ini berbahaya. Mungkin saya subjektif. Tetapi tersirat dalam kalimat beliau,  seolah ada pertentangan antara produktivitas dakwah dengan pernikahan.  Sepertinya kalau sudah kalau sudah menikah maka kita tidak bisa meneladani Usamah, Mush'ab, dan Ali. sepertinya, sesudah menikah,  tidak termungkinkan untuk menjadi aktivis dengan kemuliaan sebagaimana ketika kita belum menikah. Seolah - olah,  puncak prestasi dakwah selalu kita raih sebelum kita menikah.

Dalam pengamatan saya,cara berfikir ini bermula dari persepsi bahwa 'menikah dengan seorang akhwat yang shalihah adalah buah dari dakwah.' Pernikahan dipersepsikan sebagai salah satu terminal perhentian,tempat memetik manfaat. Pernikahan tidak dianggap sebagai bagian dari dakwah. Seakan pernikahan adalah episode baru yang -kasarnya- menjadi tujuan dari dakwahnya selama ini.

-Afwan, saya jadi sok tahu- kurang lengkap mengutip sirah sahabat. sefaham kita, sebelum menjadi panglima di usia 18 tahun,  Usamah bin Zaid  telah menikah dengan Fathimah binti Qais di usia 16 taun. sebelum menjadi duta ke madinah,Mush'ab bin Umair telah menikah dengan Hamnah binti Jahsy. Dan sebelum mengambil peran-peran di sisi Rasulullah, Ali bin Abi Thalib RA telah menjadi menantu beliau. Mereka telah berjibaku memimpin keluarga, sebelum sukses memimpin dakwah.

Nah, mari kita bersedih ketika pernikahan memutus keterlibatan saudara-saudara kita dari dakwah. mari kita bersedih ketika pernikahan menumpulkan. Mari menitikkan air mata jika menikah dengan orang terhalang untuk menjadi Usamah, Mush'ab dan Ali. Mari kita menangis dihadapan Allah jika pernikahan telah melenakan manusia dari tugas agubg berdakwah dan berjihad di jalan-Nya. Jika demikian, dimanakah barakah yang seharusnya kita raih?

'Ala Kulli haal, segalanya bermula dari bagaimana cara kita mempersepsi pernikahan. Pernikahan disebut sebagai separuh agama, karena ianya adalah masalah aqidah. masalah bagaimana kita berpersepsi thd Allah, diri kita, dan pernikahan itu sendiri. Dan pernikahan juga disebut separuh agama, karena tanpa isteri disisi, banyak perinta Allah dalam Al-Qur'an belum akan terasa maknanya.

Misalnya, di dalam rangkaian perintah berpuasa, ada ayat ke-187 surat Al-Baqarah yang berbunyi "uhilla lakum lailatash shiyamir rafaatsu ilaa nisaaikum.." yg berarti "dihalalkan bagi kalian di malam-malam puasa untuk rafats kepada istri istri kalian.." nah kalau belum menikah, berarti kita belum bisa merasakan keagungan ayat ini. dan itu artinya, pengalaman kita thd ayat-ayat ttg puasa masih belum utuh. Belum sempurna. Maklum, kita belum meraih separuh agama.

Semoga pemahaman ini menjadi awal bertambahnya barakah dalam pernikahan kita, terutama dalam sisi produktivitas amal dan jihad di jalanNya. Sungguh pernikahan adalan bagian dari dua hal ini, maka jangan pernah memandangnya sebagai buah yang akan kita petik dan rehat yang akan kita lakukan atas dakwah kita selama ino. Rehatlah nanti, ketika kaki kita melangkah dan memijak ke surga Allah..

Wallahua'lam..

Dikutip dari buku Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim - Salim A. Fillah

Bekerjalah..Beramallah.. maka keajaiban itu akan datang


Bismillah..
Kali ini aku share tentang kisah yang sangat inspiratif.. kisah ini saya kutip dari buku nya Ust. Salim A. Fillah Yang berjudul Dalam Dekapan Ukhuwah 
Mari kita simak..

" Dan kita tahu, dimulai dari semangat menjaga 'izzah, tekadnya untuk mandiri, serta tugas suci menerjemahkan nilai Qur'ani di pasar madinah, terbitlah keajaiban itu. 'Abdurrahman ibn 'Auf memang datang ke pasar dengan tangan kosong, tapi dadanya penuh iman, dan akalnya dipenuhi manjah ekonomi Qur'ani. Dinar dan dirham yang beredar di depan matanya dia pikat dengan kejujuran, sifat amanah, kebersihan dari riba, timbangan yang pas, keadilan transaksi, transparasi, dan akad akad yang tercatat rapi.

Sebulan kemudian dia telah menghadap Sang Nabi dengan baju baru, mewangi oleh tebaran minyak khaluq yang membercak-bercak. "Ya Rasulallah, aku telah menikah!" ,katanya dengan sesungging senyum. Ya, seorang wanita Anshar kini mendampinginya. Maharnya emas seberat biji kurma. Walimahannya dengan menyembelih domba. Suatu hari, ketika 40.000 dinar emas dia letakkan di hadapan Sang Nabi, beliau bersabda, "Semoga Allah memberkahi yang kau infaqkan juga yang kau simpan!"

Kita mengenangnya kini sebagai lelaki yang memasuki surga sambil merangkak

Dimana titik mula keajaiban itu? Mungkin justru pada keberaniannya untuk menanggalkan segala kemudahan yang di tawarkan. Dalam pikiran kita, memulai usaha dengan seorang istri, sebuah rumah tinggal, dan sepetak kebun kurma seharusnya lebih menjanjikan daripada pergi ke pasar dengan tangan kosong. Tetapi bagi 'Abdurrahman ibn 'Auf agaknya itu justru terlihat sebagai belenggu. Itu sebuah beban yang memberati langkahnya untuk menggapai kemuliaan yang lebih tinggi. Keajaiban itu datang pada kelimpahan yang ditawarkan saudaranya.

Memulai dengan tangan kosong seperti 'Abdurrahman ibn 'Auf seharusnya menjadi penyemangat kita bahwa itu semua mudah. mungkin dan bisa.

Tetapi, apakah kemudahan itu?
Suatu hari dalam perjamuan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella, semua orang mencibir perjalanan Columbus menemukan dunia haru sebagai hal yang sebenarnya sangat mudah. Tinggal berlayar terus ke barat. Lalu ketemu.

Christoper Columbus tersenyum dari kursinya. Diambil dan ditimangnya sebutir telur rebus dari piring di depannya. "Tuan-tuan," suaranya menggelegar memecah ricuh bebisikan. "Siapa di antara kalian yang mampu memberdirikan telur ini dengan tegak?"

"Christoper," kata seorang tua disana,"itu adalah hal yang tidak mungkin!"

Semua mengangguk mengiyakan.

"Saya bisa," kata Columbus. Dia menyeringai sejenak kemudia memukulkan salah satu ujung telurnya sampai remuk. Lalu memberdirikannya.

"Ooh.. kalo begitu caranya, kami juga bisa!" Kata seseorang
"Ya..ya..ya.." seru yang lain. Dan senyum Columbus makin lebar. Katanya, "itulah bedanya aku dan kalian! Aku memang hanya melakukan hal-hal yang mudah dalam kehidupan ini. Tetapi aku melakukannya disaat semua orang mengatakan bahwa hal mudah itu mustahil!"

Dalam dekapan ukhuwah, berkerjalah, beramallah. Maka keajaiban akan menyapa dari arah tak terduga. Mulailah. Karena dalam keberanian memulai itulah terletak kemudahannya. Bukan soal  punya tak punya. Mampu atau tak mampu. Miskin atau kaya. Kita bekerja, kita beramal, karena bekerja dan beramal adalah bentuk kesyukuran terindah. Seperti firmanNya:

"Bekerjalah hai keluarga Dawud, untuk bersyukur. Dan sedikit sekali di antara hambaKu yang pandai bersyukur" (Qs. Saba' : 13)  "

Masya Allah! 
Memang kisah-kisah pada zaman Rasulallah SAW selalu menakjubkan:') membuat hati iri ingin rasanya merasakan kenikmatan pada zaman itu. Sakit memang. Lelah memang. Berat memang. Tapi semua itu terkalahkan oleh "cinta" . begitu besar kecintaan Rasulullah dan sahabatnya kepada Allah dan RasulNya sehingga sakit,lelah dan beban yang mereka rasakan seakan akan hanya angin yang lewat. Mereka selalu yakin ada kenikmatan yang jaaauuuhhh lebih baik daripada dunia, yang jauuh lebih nikmat. yaitu SurgaNya. Masya Allah, Subhanallah,Barakallah.. :") Ingin sekali lebih banyak share ttg kisah-kisah pada zaman Rasulullah yang kisahnya sangat memukau hati, namun untuk saat ini sampai sini dulu:) semoga dapat diambil hikmahnya..

Assalamualaikum..!

Bismillahirrahmaanirrahiim..
Alhamdulillahi rabbil 'alamin. Segala puji bagi Allah yang masih memberiku kesempatan untuk menulis blog ini.
Setelah sekian lama belum nulis lagi, dan berhubung ada pembaca setia yang minta update lagi:p😝 haha in sya allah saya akan share" ilmu yang bisa share disini..
Akan ada beberapa hal yg saya tulis. Namun mari kita bahas satu persatu.. ini dia...

Bismillahirrahmanirrahim..

pasti pernah denger kalimat ini "perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan perempuan yang buruk untuk lelaki yang buruk"
Yap, kutipan di atas bisa dilihat lebih rincinya di Qs. An-Nur: 26
Nah benarkah perempuan yang baik PASTI dapat laki-laki yang baik?
mari kita bahas lebih lanjut:



BENARKAH WANITA YANG BAIK UNTUK LAKI-LAKI YANG BAIK??

Tulisan ini berawal dari sebuah pertanyaan dari seorang teman, apakah benar laki-laki yang baik akan mendapatkan pasangan yang baik juga? Sebagaimana Al-Quran telah menyebutkan hal itu dalam surat An-Nur ayat 26:

"Wanita-wanita yang keji untuk para pria yang keji, dan pria yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji, dan wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik"

Yang baik untuk yang baik pula??
Yang jadi pertanyaan besar adalah seolah ayat ini bertentangan dengan kenyataan yang bisa kita lihat dalam jejak rekam sejarah. Misalnya kita tahu bahwa Fir’aun yang menjadi musuh Nabi Musa as adalah manusia yang paling jahat di muka bumi pada masa itu, Al-Quran sendiri dalam banyak ayat mengabadikan bagaimana sombongnya Fir’aun, kezhalimannya sangat diluar batas, dia juga tidak segan mengaku sebagai Tuhan dan memerintahkan manusia untuk menyembahnya.

Semua anak laki-laki dia bunuh karena ada ramalan yang menyebutkan kelak akan datang seorang anak laki-laki yang menjadi musuh utama dan yang akan menghancurkannya. Tapi di sisi lain, Al-Quran juga merekam sifat-sifat mulia dari istri Fir’aun, yaitu ‘Asyiyyah. Beliau adalah seorang istri shalihah. Coba kita perhatikan Al-Quran surat At-Tahrim ayat 11:

"Dan Allah membuat istri Fir’aun menjadi perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, waktu dia berkata: Wahai Tuhanku, dirikanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga firdaus & selamatkan aku dari Fir’aun dan juga perbuatannya, dan selamatkan aku dari kaum-kaum yang zhalim."

Fir’aun yang zhalim beristrikan Asyiyyah yang shalihah. Apakah ini tidak bertentangan? Kita juga tahu dalam kisah Nabi Luth as dijelaskan bahwa Beliau adalah seorang Nabi yang mulia, tak berhenti berdakwah untuk mengajarkan tauhid pada kaumnya. Tapi bagaimana dengan istri Nabi Luth sendiri? Dia termasuk istri yang tidak baik dan akhirnya termasuk diantara umat Nabi Luth as yang mendapatkan adzab-Nya. Apakah ini tidak bertentangan dengan surat An-Nur ayat 26 diatas?

Dalam Al-Quran juga terdapat kisah Nabi Nuh as yang dikenal umat Islam termasuk dalam ulul azmi, yaitu Nabi yang sangat sabar menghadapi umatnya. Perjuangan Nabi Nuh diceritakan Allah dalam surat yang diberi nama dengan nama Beliau sendiri, yaitu surat Nuh.

Bagaimana dengan istri Nabi Nuh sendiri? Istri Nabi Nuh bukan hanya tidak menghormati dan menghargai suami, tapi juga menolak ajaran tauhid yang dibawa suaminya sendiri, bersama anaknya yang bernama Kan’an mereka tenggelam dalam air bah yang menjadi adzab Allah bagi kaum Nabi Nuh as. Mereka tidak ikut bersama orang-orang yang selamat naik dalam bahtera Nabi Nuh. Nabi Nuh dan istrinya merupakan pasangan yang shalih dan tidak shalihah. Jika pria yang baik untuk wanita yang baik saja, bukankah itu seperti bertentangan?

Allah menjadikan istri Nuh dan istri Luth sebagai contoh bagi orang-orang yang kafir. Keduanya berada di dalam pengawasan dua orang hamba yang shalih di antara hamba-hamba Kami, kemudian kedua istri itu berkhianat kepada suami mereka, maka para suaminya tidak bisa menolong mereka sedikitpun dari adzab Allah, dan dikatakan (pada keduanya): Masuklah ke dalam neraka jahanam bersama orang-orang yang masuk ke dalam (neraka jahanam).

Kadang orang baik dapat pasangan yang buruk

Jika laki-laki yang baik hanya untuk wanita yang baik, kenapa Al-Quran menyebutkan bahwa kelak diakhirat ada istri-istri orang yang beriman yang menjadi musuh? Mereka menghujat suaminya dan hendak menjerumuskannya kedalam Neraka. Ini berarti ada laki-laki beriman yang mempunyai istri yang buruk. Coba perhatikan Al-Quran surat At-Taghabun ayat 14.

"Hai orang-orang beriman, sungguh diantara para istri dan anak-anakmu ada yang jadi musuhmu, maka berhati-hatilah terhadap mereka dan apabila kamu memaafkan, tidak memarahi serta mengampuni mereka maka sungguh Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang."

Masih belum cukup? Perhatikan orang-orang disekeliling Anda. Apakah Anda menemukan pasangan seperti ini? Kadang ada laki-laki yang baik dan sholeh tapi istrinya tidak taat suami, atau sebaliknya seorang istri yang setia dan shalihah tapi sang suami sangat buruk akhlaknya.

Jadi bagaimana dengan surat An-Nur ayat 26 tersebut? Jika difahami secara harfiah tentu kita akan memahaminya sebagaimana adanya. Tapi sebenarnya jika kita lihat asbabun nuzul (sebab turun) ayat tersebut, kita akan faham bahwa yang dimaksud laki-laki baik dan wanita baik dalam ayat tersebut adalah Rasulullah dan ‘Aisyah, jelas ini merupakan pasangan serasi, suami yang baik dengan istri yang baik. Lihat Tafsir Al-Quran Al-‘Azhim karya Imam Ibn Katsir dalam menafsiri ayat ini.

Al-Quran surat An-Nur ayat 26 ini diturunkan untuk menunjukkan kesucian Sayyidah ‘Aisyah dan Shafwan bin al-Mu’attal dari semua tuduhan yang ditujukan kepada mereka kala itu. Ceritanya dalam sebuah perjalanan sepulangnya dari penaklukan Bani Musthaliq, Tanpa sengaja Sayyidah ‘Aisyah terpisah dari rombongan karena mencari kalungnya yang hilang dan kemudian bertemu dengan Shafwan diantarkan pulang oleh Shafwan juga yang sama-sama tertinggal dari rombongan karena sudah menyelesaikan urusannya terlebih dahulu.

Akhirnya Sayyidah ‘Aisyah pulang dikawal oleh Shafwan dengan naik untanya masing-masing hingga sampai ke Madinah. Golongan Yahudi dan orang-orang munafik melihat peristiwa ini sebagai kesempatan untuk menghembuskan fitnah perselingkuhan.

Saat itu kaum muslimin pun ada yang pro dan yang kontra menanggapi isu tersebut. Sikap Nabi juga jadi berubah terhadap ‘Aisyah, beliau menyuruh kepada ‘Aisyah untuk segera bertaubat atas apa yang telah terjadi. Namun Sayyidah ‘Aisyah tentu tidak mau bertaubat karena merasa tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan kaum munafik kepadanya, ‘Aisyah hanya menangis dan berdo’a agar Allah menunjukkan fakta yang sebenarnya. Allah menjawab do’a Aisyah dengan menurunkan surat An-Nur ayat 26 ini.

Abdurrahman bin Zaid bin Aslam menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan ayat ini adalah wanita yang jahat hanya pantas berdampingan bagi laki-laki yang jahat pula dan begitupun sebaliknya. demikian pula dengan wanita yang baik hanya pantas berdampingan dengan laki-laki yang baik pula dan begitupun sebaliknya. Bukan berarti laki-laki yang baik PASTI akan mendapatkan wanita yang baik atau sebaliknya.

Ayat ini justru merupakan anjuran bagi setiap muslim untuk berhati-hati dalam memilih pasangannya agar memilih calon suami yang baik dan juga bagi para pria untuk memilih calon istri yang baik pula. Wallahu A’lam...

kurang lebih seperti itu.. untuk pembahasan kali ini cukup sekian dulu semoga apa yang saya tulis bermanfaat :)


Minggu, 21 Februari 2016

Jangan Pernah Putus Harapan

Kali ini aku mau share sedikit saja.. mengingatkan kepada rekan-rekan semua bahwa "Jangan Pernah Putus Harapan"
Ya, jangan pernah putus harapan.. teruslah berdoa terus berdoa di sertai ikhtiar yang kuat. ALLAH SWT punya cara tersendiri untuk mengabulkan doa-doamu

Kita ambil contoh dari kisah nyata;

Misalkan, jika kamu seorang santri trus kamu pengen banget pulang ke rumah, kamu berdoa "ih ya allah aku pengen pulang" tiba-tiba keesokan harinya kamu dpt kabar bahwa salah satu anggota keluargamu ada yang sakit sampai harus di rawat,dan keluarga meminta semuanya untuk berkumpul. Nah, bisa jadi ini salah satu bentuk Allah mengabulkan doa yang tadi namun hanya saja dengan cara yang mungkin menurut kita gaenak, keluarga dapet musibah, tapi semua pasti ada ibrahnya semua pasti ada hikmahnya.

Hmm contoh kedua, misalkan kamu berharap trus berdoa bertemu seseorang, dan seminggu kemudian tanpa disangka sangka kamu melihat seseorang itu papasan lewat dihadapan kamu. Cuma selewat, tidak bertegur sapa. Cuma melihat. Ya, inilah cara Allah mengabulkan doamu, Dia hanya mempertemukanmu sekilas, walau sekilas kita tetap harus husnudzan sama Allah.. mungkin Allah sengaja hanya mempertemukanmu sekilas karna Allah ingin menjaga kamu dan dia agar tidak terjerumus. Segala sesuatu pasti ada hikmahnya, pasti ada.

Contoh lagi, dari waktu SD kamu ingin sekali bisa pinter masak.. berawal suka masak karna melihat film drama korea yang bagus banget isinya judulnya "jewel in the palace" dri situ muncul pikiran ingin bisa masak,tapi cuma sekilas aja keinginan itu cuma sekedar keinginan,kemudian melalui masa smp, dan saat di smp ini mulai lah senang bikin sesuatu yg kecil kecilan yg gampang yg orang lain juga bisa,dimulai dri seneng bikin nutrijell kemudian dikembangkan jdi jualan roti tawar isi nutrijell, dan disitu kamu buka "open order" nya. Awalnya kamu ga ngeh bahwa langkah yang kamu lakukan adalah sebagian dari doa yg pernah teelintas di pikiranmu. Dan sampai tiba masanya memasuki tahap SMA, disini kamu tiba" ga berminat sama yang namanya SMA, akhirnya kamu memilih SMK. Dan kamu cuma memilih satu SMK saja tanpa ada cadangan yang lain, namun ternyata Allah memang mentakdirkanmu disitu.. dan jurusan yang kamu pilih adalah Jasa Boga dan Pastry. Dan ternyata kamu diterima di Jasa Boga. Lihat bagaimana Allah mengabulkan doa yang hanya bisa dibilang waktu itu iseng iseng aja bilang kaya gitu,tapi Allah mengabulkan doa yang sepele itu.

Doa yang seperti itu saja Allah kabulkan apalagi doa yang disertai keinginan yang kuat dan ikhtiar yang kuat. Dari kisah kisah di atas kita dapat simpulkan bahwa Allah punya cara sendiri mengabulkan doa-doa kita, maka jangan pernah merasa Allah tidak mengabulkan doamu, hanya saja Allah punya cara tersendiri untuk mengabulkan doa mu, dan Apa yang Allah kasih itu sudah terbaik buat kamu. Seperti yang di firmankan Allah dalam Qs. Al-baqarah: 216
"Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui"

Kalo kamu ga keterima di sekolah/univ yang kamu inginkan, INGATLAH setidaknya Allah sudah mengabulkan bahwa kamu bisa sekolah/kuliah. Banyak orang yang gabisa sekolah/kuliah.. maka Bersyukurlah atas apa yang kamu dapatkan, Bersyukurlah. Dan teruslah berjuang teruslah berusaha, jangan pernah berputus harapan..selalu ada celah alasan supaya kita terus bertahan, karna ada ALLAH SWT

Jumat, 08 Januari 2016

DAKWAH adalah CINTA YANG BERGELORA



Oleh Ustadz Al Yusni

Peristiwa ini terjadi pada 1941. Di kota Qina di wilayah Sha’id, diselenggarakan acara penyambutan kedatangan Hasan Al Banna yang baru saja dipindahkan Dewan Tinggi Militer ke sana.

Para pemuda pramuka yang menyelenggarakan acara tersebut sangat terkejut saat Hasan Al Banna, sambil bersalaman dengan hangat, menyebut nama-nama mereka dengan tepat; seperti orang yang telah kenal sebelumnya.

Mungkin jika yang bertemu dengan Hasan Al Banna itu orang-orang yang percaya mitos seperti layaknya kejawen, mereka akan menganggap Hasan Al Banna memiliki ilmu laduni. Tapi ini para pemuda Mesir yang rasional dan telah tersentuh pembinaan Islam. Sebagian dari mereka pun kemudian bertanya bagaimana Hasan Al Banna tahu nama-nama mereka.

“Ketika saya menandatangani kartu anggota pramuka,” kata Hasan Al Banna mengungkap rahasianya, “saya menghafal nama yang tertera dan raut wajahnya.”

Subhaanallah… ada dua hal yang luar biasa di sini.

Pertama, kesungguhan Hasan Al Banna dalam dakwah hingga menghafal nama dan raut wajah dalam kartu anggota pramuka.

Kedua, kejeniusan Hasan Al Banna dalam menghafalkan nama yang hanya butuh waktu sekilas saja.

Dua hal luar biasa, namun cukup satu penjelasannya; karena bagi Hasan Al Banna, dakwah adalah cinta.

Ketika dakwah dimaknai sebagai cinta, maka segala potensi dan kemampuan akan dikerahkan untuk keberhasilannya. Ketika dakwah diartikan sebagai cinta, maka segala langkah dan upaya akan ditempuh untuk kemenangannya.[]


Sumber: www.portalpiyungan.com